Kain Kerudung Panjang Bersandang Merah Muda
Ku rasa tak mau menghadap di wajahmu
Karena menatap perasaan
Antara aku dan dia
Mungkin rela bahwa cinta direbut
Jodoh hampir gagal
Bahkan angin mencuri keresahan
Sebab di tengah hari cerita hampir sudah
Kini duduk manis sambil menatap dengan kerudung panjang berwarna merah muda
Bertebar bunga penuh menakjubkan
Menambah seribu tangkai bunga mawar
Untuk melengkapi harimu
Memalingkan wajah manis di hadapanmu
Suatu saat akan merayu manis kepada perempuan pujangga
Berserta muslimah yang setia
Surabaya, 18 Mei 2017
Kain Kerudung Panjang
Kerudung adalah setia
Mengenakan kain tenun
Dari puluhan benang dianyam
Kau seperti bunga yang merangkit tangkainya
Inilah warna kolam yang diserbuk sari
Menghiasi ribuan bunga
Hasilkan sebuah keajaiban
Seperti warna yang menakjubkan
Surabaya, 18 Mei 2017
Kain Kerudung Hijau Menghiasi Bunga Bros
: Nurul Fitriani Winarsih
Betapa alam hampir sunyi
Menebar angin bersama daun terbang di hadapanmu
Jalan pelan di sebelah pohon yang merimbang
Sentuh daun yang memesona
Datanglah angin yang mengipas kerudungmu
Hampir mengaris udara
Sampai cahaya yang terang
Menalar udara begitu mengembun
Benang bersatu sesudah lepas dari talinya
Hingga mengikat jadi satu
Kekuatan iman
Dan raga tetap berkobar semangatmu
Lari demi impianmu
Kerudung hijau
Menghiasi bunga bros
Hatiku sejuk
Dan kembali bermakna
Surabaya, 18 Mei 2017
Sentuhan Kain Kerudung Panjang Berwarna Merah Jambu
: Endang Indra Astuti
Andai kain
Kerudung merah jambu
Sekali sentuh
Bagaikan bidadari menyampang hatimu
Melangkah kaki cerah
Bertambah senyuman manis
Di sambut burung-burung yang indah
Selalu menyentuh selendang
Kemudian memeluk boneka beruang merah jambu
Ku seperti marmut merah jampu
Di hiasi handuk yang megah
Begitu seri cantik menawan
Laut tak bisa diam
Hanya kamu yang merayu sebuah ungkapan
“Tiada catatan tanpamu
Makna kiasan tidak cukup
Bersyukur pada tuhan maha kuasa”
Bunga Mawar mencium harum
Menunggu di sana
Bersapa dalam gapaian senyuman manismu
Sebelum tidur mengenang mimpi
Selembar kertas berwarna merah jambu
9 Mei 2017
Putri Setia
: Putri Anggraeni
Seperti salju
Yang mengiringi deraian salju
Kelinci sedang berlari
Di hadang salju turun
Inilah air akan membeku
Atau badan akan dingin
Seperti memeluk hangat
Jangan tersiang purnama
Hilang mentari begitu saja
Mengerai cinta
Sentuhan kalbu
Akan rasakan tubuh terasa lembut
Inilah bidadari terbang tanpa menoleh ke belakang
Surabaya, 8 Mei 2017
Virus Cinta
Menular virus
Yang membangkitkan cinta
Cinta tak sekadar biasa
Menerkam satu suara
Mengiringi perempuan yang segar
Berlari di depan taman
Yang begitu lembut
Biarkan cinta tetap berjelaga
Seperti ku sendiri
Membiarkan kau dan coklat
Yang mempererat tali hampa
Tiada satu pun
Yang setara dengan kau
Surabaya, 2 Mei 2017
Tiada yang Mendekatiku
Aku hampir hampa
Dekati perempuan banyak menolak
Membuat susah payah berjodoh
Wajah murung memisahkan daun yang sudah lumpuh
Duduk lalu memendam air mata
Entah pagi hingga malam
Selalu tidak bisa menebari aku
Inilah petualangan jodoh telah gagal
Terkena jomblo berkali-kali
Bidadari sudah berusaha
Entah gagal dari penderitaan
Semua itu cobaan darimu
Karena semua itu hampir menetes mata
Inilah prosa cinta yang nggak bisa dilupakan
Surabaya, 19 Mei 2017
BIODATA PENULIS
Rokhmansyah Dika, nama pena dari M Ivan Aulia Rokhman. Alumni SMAN 10 Surabaya dan Aktif di Devisi Kaderisasi FLP Surabaya. Kelahiran Jember, 21 April 1996. Ia suka menulis Puisi, Esai, dan Resensi. Menulis adalah sebuah keterampilan antara akal dengan tangan. Saya sebagai penulis ditengah berkebutuhan khusus (Disabilitas).
Telepon/WA : 083830696435
Email : rokhmansyahdika@gmail.com
Facebook : M Ivan Aulia Rokhman
Alamat Korespondensi : Jalan Klampis Ngasem VI/06-B, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60117