Iwan Setiawan atau lebih dikenal Iwangendut
SENJA UNTUKMU
Ra, seperak kemilau pantaimu
Angin dan ombak
Ditingkah ceritaan beburungan
Menandai sebentar lagi
Senja akan turun
Bola merah bersiap di kaki cakrawala
Udara menyejuk, langit berubah warna
Ra,
Ku ingin kau selalu ingat
Bahwa di setiap senja
Ada cerita antara
Aku dan Kamu
RINDUKU
Ra,
Senja di sini
Mengingatkan ku pada mu
Rindu mengental dalam
Lewat senja ku cari wajah mu
Karena ku yakin
Di mana pun kau berada
Senja adalah tempat terindah
menguntai benang merah ikatan asmara
Walau jarak
Memisahkan kita
SENJA UNTUKNYA
Lelaki itu berdiri seperti siluet berlatar belakang senja muram di kaki cakrawala.
Tubuhnya ramping , dengan geriap rambut liar diusik angin pantai mendesir liar.
Tatapannya saga dan kosong. Memandang batas terjauh, mengulik senja misteri.
Sekian lama , ia berdiri mematung,
menyesap matahari istirah tanpa berpaling
Udara dingin, langit turun tirainya.
Ia tetap mematung, menanti bulan muda.
##
Lelaki telah berkaca di temaram malam
di telannya sisa rembulan disudut jalan sana
Hilanglah seri nya tinggal gulita
Lelaki bergeming diraupnya gemintang
melenyapkan saksi
menderas malam di ujung penantiaan
Iwangendut adalah nama populer dari Iwan Setiawan, selain menulis puisi ia pun semangat pula dalam menulis prosa seperti cerpen, cerbung silat, baik itu kisah klasik maupun modern. Selain itu sebelumnya si Bapa muda ganteng perkasa ini sering pula main teater yang merangkap penulis naskah dan juga sutradaranya. Saat ini berdomisili di Kota Bekasi, Jawa Barat