Ilusi Langit Api
Ilusi mengutuk neraka
Mimpi-mimpi tak percaya
Binasalah liang lahat pada kiamatmu
Terpapan sebuah nama
Dalam kumpulan kertas
Bakar sia-sia
Sampai menjelang matimu
Dan terpapan sepenah jiwamu
Ajaib waktumu
Sedangkan disana sangat teduh
Jika membawa peluru api
Hujan api menyangga mulutmu
Sungguh parah yang tak ditentukan
Selaras belenggu setan membidikmu
Bukan lagi di dunia
Namun lebihkan di akhiratmu
Surabaya, 18 Juli 2017
Membayangkan Sosial Media
Lintas sosial media di otakmu
Sebelah mana yang ditampilkan
Maklum jika terpasang foto mesum
Maklum jika membaca kata buruk
Maklum jika membaca dibentrok habis
Setelah terkepung belahan jiwamu
Segenap dirimu akan melusuh
Deringkan belenggu pada padi merah
Membesuk lalai dengan sendirinya
Setelah itu akan diusapkan samudra jiwamu
Seakan-akan alunan musik terpaku hampa
Begitu pula rindu dan kenangan akan lepas sebulan lagi
Tangan meleleh hingga tanpa sadar
Habislah sudah riwayatmu
Surabaya, 18 Juli 2017
Siapakah Dirimu?
Belum seberapa kenal
Menunggu sekian tahun yang berjumpa
Seperti puisi diarungi jiwamu
Seluk beluk di belah namamu
Seperti mengusang dening keangkuhanmu
Kemudian terisah tangis
Namamu siapa?
Asal darimana dirimu?
Setelah lama-lama tersiar pada nadi-nadi jiwamu
Terlumpuh orang tanpa dikenal
Kenapa sampaikan satu suara
Tanpa lirik apapun seberapa jauh ku kenang
Surabaya, 18 Juli 2017
Penjabat Terlibat Koruptor
Koruptor merebah dimana-mana
Tersanjung uang di hangus
Melipat jarak di antara lebah-lebah penjabat
Libatkan hampa kepada serdadu merah
Menutup mata langsung diadili
Baca pikiran masa lalu
Yang tersimpan peristiwa begitu tak lazim
Seperti biasa tak mampu diampuni dosa
Bukan lagi doa yang dipanjatkan
Hanya menggema sayup-sayup terlentang jari
Sakit tiada alasan lagi
Bahwa hidup di dunia hanya sementara
Surabaya, 18 Juli 2017
Belenggu Gadis Manja
:Agustha Ningrum
Selepas setahun
Tinggalkan segala pertemanan
Kini meninggalkan segala kepunahan
Sama seperti selimut bayang-bayang malam
Elegi gadis manja meninggalkan api merebah
Sebelum mengayomi suami
Lupa dengan kami
Belenggu tanpa sebab
Tak lekang dimana-mana
Hadirkan segala yang disembunyikan
Mengeming nada-nada keperihanmu
Semua tak lagi bertemu
Surabaya, 18 Juli 2017
Video Viral
Video semata-mata terkenal
Seolah-olah dikenal karena dinilai sosok setia
Inilah di viral ke berbagai sosial media
Mengiring orang dilihat pada video tersebut
Dijaga oleh jaksa agung
Bila terhangus sia-sia
Hukum dunia dan akhirat akan ditimbang
Surabaya, 18 Juli 2017
BIODATA PENULIS
M Ivan Aulia Rokhman, Lahir di Jember, 21 April 1996. Mahasiswa Universitas Dr Soetomo. Karyanya dimuat di koran lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga dimuat dalam antologi Bukan Kita (2017), My Teacher (2017), Syair dalam Nada (2017). Bergiat di FLP Surabaya, dan Komunitas Serat Panika. Seorang Penulis ditengah Berkebutuhan Khusus.
Telepon/WA : 083830696435
Email : rokhmansyahdika@gmail.com”>rokhmansyahdika@gmail.com
Facebook : M Ivan Aulia Rokhman
Alamat Korespondensi : Jalan Klampis Ngasem VI/06-B, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60117
