Arsip Tag: M Ivan Aulia Rokhman

Puisi: M Ivan Aulia Rokhman

Ilusi Langit Api

Ilusi mengutuk neraka
Mimpi-mimpi tak percaya
Binasalah liang lahat pada kiamatmu
Terpapan sebuah nama
Dalam kumpulan kertas
Bakar sia-sia
Sampai menjelang matimu
Dan terpapan sepenah jiwamu

Ajaib waktumu
Sedangkan disana sangat teduh
Jika membawa peluru api
Hujan api menyangga mulutmu
Sungguh parah yang tak ditentukan
Selaras belenggu setan membidikmu
Bukan lagi di dunia
Namun lebihkan di akhiratmu

Surabaya, 18 Juli 2017

Membayangkan Sosial Media

Lintas sosial media di otakmu
Sebelah mana yang ditampilkan
Maklum jika terpasang foto mesum
Maklum jika membaca kata buruk
Maklum jika membaca dibentrok habis
Setelah terkepung belahan jiwamu
Segenap dirimu akan melusuh

Deringkan belenggu pada padi merah
Membesuk lalai dengan sendirinya
Setelah itu akan diusapkan samudra jiwamu
Seakan-akan alunan musik terpaku hampa
Begitu pula rindu dan kenangan akan lepas sebulan lagi
Tangan meleleh hingga tanpa sadar
Habislah sudah riwayatmu

Surabaya, 18 Juli 2017

Siapakah Dirimu?

Belum seberapa kenal
Menunggu sekian tahun yang berjumpa
Seperti puisi diarungi jiwamu
Seluk beluk di belah namamu
Seperti mengusang dening keangkuhanmu
Kemudian terisah tangis

Namamu siapa?
Asal darimana dirimu?
Setelah lama-lama tersiar pada nadi-nadi jiwamu
Terlumpuh orang tanpa dikenal
Kenapa sampaikan satu suara
Tanpa lirik apapun seberapa jauh ku kenang

Surabaya, 18 Juli 2017

Penjabat Terlibat Koruptor

Koruptor merebah dimana-mana
Tersanjung uang di hangus
Melipat jarak di antara lebah-lebah penjabat
Libatkan hampa kepada serdadu merah
Menutup mata langsung diadili
Baca pikiran masa lalu

Yang tersimpan peristiwa begitu tak lazim
Seperti biasa tak mampu diampuni dosa
Bukan lagi doa yang dipanjatkan
Hanya menggema sayup-sayup terlentang jari
Sakit tiada alasan lagi
Bahwa hidup di dunia hanya sementara

Surabaya, 18 Juli 2017

Belenggu Gadis Manja

:Agustha Ningrum

Selepas setahun
Tinggalkan segala pertemanan
Kini meninggalkan segala kepunahan
Sama seperti selimut bayang-bayang malam
Elegi gadis manja meninggalkan api merebah
Sebelum mengayomi suami
Lupa dengan kami

Belenggu tanpa sebab
Tak lekang dimana-mana
Hadirkan segala yang disembunyikan
Mengeming nada-nada keperihanmu
Semua tak lagi bertemu

Surabaya, 18 Juli 2017

Video Viral

Video semata-mata terkenal
Seolah-olah dikenal karena dinilai sosok setia
Inilah di viral ke berbagai sosial media
Mengiring orang dilihat pada video tersebut
Dijaga oleh jaksa agung
Bila terhangus sia-sia
Hukum dunia dan akhirat akan ditimbang

Surabaya, 18 Juli 2017

BIODATA PENULIS

M Ivan Aulia Rokhman, Lahir di Jember, 21 April 1996. Mahasiswa Universitas Dr Soetomo. Karyanya dimuat di koran lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga dimuat dalam antologi Bukan Kita (2017), My Teacher (2017), Syair dalam Nada (2017). Bergiat di FLP Surabaya, dan Komunitas Serat Panika. Seorang Penulis ditengah Berkebutuhan Khusus.

Telepon/WA : 083830696435
Email : rokhmansyahdika@gmail.com”>rokhmansyahdika@gmail.com
Facebook : M Ivan Aulia Rokhman
Alamat Korespondensi : Jalan Klampis Ngasem VI/06-B, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60117

Puisi-Puisi M Ivan Aulia Rokhman

Perjalanan Jauh Untuk Sahabat Kecil

: Kepada Hervina Putri

Kenangan indah
Yang terpisah jauh
Entah kemanakah perjalanan saat ini?
Mungkin sudah benci di kota ini
Sedangkan memandang muka begitu kumuh
Lantas percayakah padamu
Sudah tidak layak lagi menjadi sahabat kecil
Aku sudah meninggalkanmu tanpa sekadar pertanyaan
Mengapa ia pergi tanpa merindukan pesan
Dimanakah kamu pindah?
Kenapa kau hendak pergi tanpa meninggalkan sahabat kami
Kami ini satu generasi denganmu
Jangan heran melepas hanya sepintas lupa
Dimanakah menempuh sekolah yang sedang diraih saat ini?

Surabaya, 06092017

Berdoa Untuk Sahabat yang Sedang Meninggal Dunia

Tak terasa ia rela meninggalkan segala musibah
Banyak cobaan yang dilewati
Akan tetapi ia berujung duka hati
Apa yang telah dihadapi
Lalu terjun ke kubur
Selepas usia kelam
Ia menghembuskan nafas terakhir
Semua itu ada kenangan di sini
Seperti itulah waktu yang dilampui
Sedangkan hampir mendekati genggaman
Sudah seharusnya bintang kecil mengantarmu di Surga
Menemui masa lalu yang sempat meninggalkan jejak
Semua ini antara dirindukan hatimu
Akan ada cinta dan suka duka
Serta tawa yang melampuimu
Berdoakan untuk sahabat
Agar senantiasa menghendaki sisi tuhan
Kepada sang maha kuasa
Selamat jalan sahabatku
Sudah menemani usia yang belia
Surabaya, 06092017

Indonesia Bersedia untuk Mengungsi Masyarakat Rohingya
Betapa kekerasan belum berakhir
Masyarakat Rohingya sedang menunggu kabar
Sedangkan di sana masih terjadi perang

Penduduk telah memencar di berbagai wilayah
Karena ingin mencari hidup sederhana
Alangkah baiknya Indonesia bersedia
Untuk mengungsi bagi masyarakat Rohingya
Berupa hadiah sedekah dan infaq untuk menerima santunan kemanusiaan

Kita berharap
Kota Myanmar dan Rohingya segera damai
Jangan pernah bentrok satu sama lain
Terimalah keikhlasan atas umat Muslim
Ku junjung persatuan demi adil makmur dan sentosa

Surabaya, 06092017

Hilang Persamaan Antar Teman

Teman telah meninggalkan desa
Berlari di dalam hutan untuk menempati suasana hening
Konon hutan banyak bencana
Terdapat keracunan di antara binatang
Hanya mencari mangsa

Pagi berkabar
Ia barusan hilang tanpa jejak
Kalau terus begini akan segera dievakuasi
Wanita senggang meninggalkan kekasih
Dimanakah ia pergi?

Hilangnya persamaan
Berujung pada kematian
Lalu berbaring tanah

Dua tahun telah menganomali hutan
Kini bermukim di pohon
Bulan purnama mengisahkan suara serigala
Tak akan mencariku lagi

Surabaya, 06092017

Boneka Menyelip di Kursi Saat Tengah Malam

Boneka keliaran di kursi
Duduk dengan tenang
Apakah ia boneka beneran
Atau kutukan bekas pembunuhan pemilik boneka
Jawaban belum pasti
Jika disentuh
Disitulah akan membangkitkan dimensi seram
Fisik berubah jadi hantu

Pernahkah Annabelle dan The Conjuring sebagai kutukan terbesar dalam lingkungan makhluk supernatural?
Inilah The Doll disebut makhluk kasat mata
Yang terletak di bangunan tua
Bekas suara tangisan
Menampakan suara mengerikan
Akan mendatangkan malapetaka

Surabaya, 06092017

Mencari Kesempatan
Sudahkah hendak mencari kesempatan?
Yakin ia menempati posisi jadi pria sejati?
Sudah layak nggak menjadi pacarku?
Lantas apa yang membuat penampilan makin menggoda?
Inilah yang disebut mencari tahta kekuasaan?
Kesempatan hanya dua kali. Apakah benar seperti itu?

Surabaya, 06092017

Salah Pergaulan

Bertemu dengan kawan-kawan
Akhirnya salah pergaulan
Jujur belum menyangka
Apakah diundangan hanya asli

Ternyata berkawan oleh teman lalu perasaan terada beda
Ia merayakan pesta penyembahan hewan
Duduk lalu menceritakan tentang mistis
Melihat video sejarah penyembahan
Ia terasa nyeri
Genggaman tangan
Ia bertanya “maukah bergabung bersama kami?”
Wajah meringgas
Lalu meneriak “Tolong!”

Surabaya, 07092017

 

M Ivan Aulia Rokhman, Lahir di Jember, 21 April 1996. Mahasiswa Universitas Dr Soetomo. Karyanya dimuat di koran lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga dimuat dalam antologi Bukan Kita (2017), My Teacher (2017), Syair dalam Nada (2017). Bergiat di FLP Surabaya, dan Komunitas Serat Panika. Seorang Penulis ditengah Berkebutuhan Khusus. Ia paling sering mengirimkan puisinya ke Buanakata seperti di antaranya yang ditampilkan di atas
  • M Ivan Aulia Rokhman
  • Telepon/WA : 083830696435
  • Email : rokhmansyahdika@gmail.com
  • Facebook : M Ivan Aulia Rokhman
  • Alamat Korespondensi : Jalan Klampis Ngasem VI/06-B, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60117