Oleh: Iwangendut
Kecepatannya tidak dapat dilihat oleh mata telanjang lagi. Oleh karena itu, ia lebih dikenal sebagai si Bayangan. Sosoknya tinggi langsing. Wajahnya cukup tampan bagi ukuran landak.
Kostum yang dipakai serba hitam, yang membuatnya semakin samar dilihat.
Matanya kemerahan bening bersorot tajam. Hidung mungil tinggi, dengan mulut yang terkatup rapat. Ia adalah landak yang sedikit bicara, banyak kerja.
Mempunyai kecepatan gerak, melebihi kecepatan suara. Tubuhnya kuat. Ia juga mampu terbang.
Didunia landak Negeri Fantasi ia adalah salah seorang pahlawan super. Yang selalu membela keadilan dan menumpas kejahatan.
Ya, seperti kejadian di Mall malam itu….
Mall begitu padat pada hari Sabtu. Cyrcum Mall adalah mall terbesar di dunia landak di Negeri Nun Jauh. Lampu benderang disetiap sudut mall. Suara musik berdentum tanpa henti.
Landak landak berlalu lalang, hilir mudik, ada yang berbelanja ataupun hanya berjalan jalan mengisi malam panjang di akhir minggu.
Disebuah sudut Restoran Cepat Saji yang ramai pula. Satu meja lebar dengan 4 kursi di tempati oleh Keluarga Profesor Smart Setiawan. Malam ini adalah pesta ulang tahun Puteri Sulungnya Lintang. 5 November 2030. Genap 16 tahun.
Lintang adalah landak yang cantik menawan. Wajahnya halus dihiasi mata biru kehijauan yang besar, hidung mungil mancung, dan bibir merah nan mungil.
Tampak bahagia malam ini.
Didepannya semangkuk es krim Mocca tinggal setengah. Disampingnya adalah adiknya Canna berbeda dengan kakaknya. Walaupun berwajah cantik, namun kecantikan tersamarkan dengan kaca mata lebahnya yang cukup besar. Menyembunyikan keindahan matanya. Dan sikapnya sangat serius. Berbeda juga dengan Lintang, yang berwatak santai.
Canna sedang menikmati semangkuk es krim Vanilla. Mama Deity tampak cemerlang dengan dandananya yang sempurna, disampingnya Papa Smart yang asyik dengan Semangkuk Sup Makaroni Ayam. Sudah lama sekali, keluarga ini bisa berkumpul seperti ini kembali.
Karena kesibukan yang tiada henti dari Papa Smart.Yang telah berhasil dengan penemuannya yang spetakuler. Enzim Super Sonic nya yang mampu merubah landak biasa menjadi landak super. Dan Bayangan adalah landak hasil eksperimennya.
Malam semakin cemerlang, suasa pesta pribadi sangat memuaskan.
Namun tiba tiba….
Kejadiannya begitu cepat. Landak berpakain hitam panjang yang melintas disamping meja Profesor Smart, meloncat sigap ke arah Lintang. Sambil menodongkan pistol berperedam ke kening Lintang.
Kejadiannya cepat sekali….hitungan detik…Mama Deity belum sempat berteriak…karena Dengan isyarat yang jelas..kalau terjadi keributan.
……….
Si penjahat berpakaian hitam itu tidak akan segan segan membunuh Lintang. Sedang Canna berhasil dipeluk dan dilindungi Papa Smart.
Dan pengunjung restoran yang lain tidak berani melakukan tindakan gegabah. Ternyata disudut sudut restoran itu, telah dijaga oleh kawanan penodong itu.
Dengan todongan pistol dikening, Lintang diseret mendekati Papa Smart.
Salah satu kawanan penodong, memisahkan Papa Smart dengan Canna. Kemudian bergegas mengikuti penodong pertama menuju lorong pintu keluar Mall. Papa Smart dan Lintang di culik oleh kawanan penodong itu.
Setelah tidak terlihat keduanya, Mama Deity berteriak histeris sambil memeluk Canna.
“Penculikkkkk…..,” teriaknya membuat heboh restoran dan Mall….setelah berteriak Mama Deity menjadi shock dan pingsan.
Bersamaan datangnya keamanan Mall yang muncul terlambat.
Pesta ulang tahun yang berakhir petaka..
**
Di semua media televisi, di media sosial, penculikan Prof Smart dan anaknya menjadi topik dan perbincangan. Hingga berita itu sampai kepada si Bayangan.
Ia sedang minum kopi di Coffe Shop Robusta, sangat terkejut. Buru buru disesap habis kopinya, di bayar dan melesatlah ia ke Restoran tempat kejadian mencari informasi..
Beruntung lah ia telah disiapkan suatu alat seperti chip mikro yang dimasukan didalam jam tangan oleh Prof Smart. Alat itu selain untuk memantau keadaan vital tubuhnya, juga bisa mengetahui posisi keberadaannya. Demikian juga sebaliknya bisa menjadi sinyal keberadaan Prof Smart.
Dengan diam-diam sambil melakukan pekerjaannya untuk membuat Enzim Super Sonic, Prof Smart berhasil mengirim kode SOS pertolongan kepada si Bayangan.
Jam tangannya bergetar dan layar kecilnya menampilkan pesan …SOS…dan posisi dimana Prof Smart disekap.
Setelah dengan cermat dipahami pesan itu….melesatlah Si Bayangan ke angkasa…melalui jalur udara..ia akan menyelamatkan Prof Smart dan anak nya Lintang.
*
Di tempat penyekapan. Lintang dan Papa Smart ditempatkan terpisah. Lintang diluar laboratorium di jaga 3 landak yang berpakaian hitam dengan senapan mesin ditangan..siap siaga.
Papa Smart ditemani Boss Penculik Mr X yang dengan serius memperhatikan Prof bekerja.
Dari meja tempat Laptop yang digunakan menghitung formula. Dan bolak balik ke meja lebar tempat mencampur formula. Diatas meja penuh gelas gelas dan tabung tabung kaca..berisi cairan beraneka warna hasil eksperimen.
Kelihatannya Prof Smart bekerja serius dan bersungguh sungguh. Padahal ia hanya mengulur waktu menunggu penyelamatan oleh Si Bayangan. Untung saja Mr X bisa dikelabuhinya.
*
Ada bayangan berkelebat tiba, dua landak penjaga dipintu gerbang gudang penyekapan, terbanting pingsan. Dan disitu telah berdiri landak tampan tinggi langsing dengan gagahnya. Si Bayangan.
Kembali melesat kedalam..membuat kegaduhan kecil sebagai pancingan. Suara gaduhnya terdengar sampai dalam.
” Bram…coba kau lihat ada apa itu,!” Max si Landak berbadan besar, memerintah landak kecil kurus Bram, melihat situasi.
Bram dengan berindap indap keluar ruangan. Diangkat senapannya lurus siap siaga. Mengintip hati hati…
Di lihatnya bayangan hitam berkelebat..dilepaskan tembakan…
” Te tet..teretet..tet..tet,” tembakan menggema menghantam dinding gudang.
Meleset…luput dari sasaran.
Bersiap melepaskan tembakan berikutnya, Bram merasa bayangan berkelebat ke arahnya….dan dirasakan pukulan tangan yang besar menghantam rahangnya.
Kemudian disusul..pukulan samping tangan menghantam telak tengkuknya.
Hasilnya Bram pingsan dengan sukses.
Suara tembakan membuat Max dan satu kawannya menghambur kedepan..melepaskan Lintang dari pengawasan.
Lintang berlari bersembunyi, ditempat yang aman. Menunggu perkembangan situasi. Namun dari tempat sembunyinya, ia bisa melihat apapun yang akan terjadi di depan.
*
Kembali ke Si Bayangan….
Max dan Pedro berindap hati hati kedepan. Syaraf mereka menegang…syuutt…sebuah bayangan berkelebat menendang pantat Pedro. Yang langsung tersungkur mencium lantai. Senapannya terpental memuntahkan peluru tidak beraturan kesegala arah. Berdecing, memantul terkena tiang besi dan sebagian terbenam didinding tembok yang terkena.
” Auu…! Tret….tret..tet..tet,”!! Senapan Max menyalak, mengejar bayangan hitam yang begitu cepat bergerak. Dimuntahkan semua pelurunya..meleset dan berpantulan balik…salah.satunya pelurui itu mendesing menghantam bahu kanan Pedro.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, nasib si Pedro.
Max ternyata sudah kehabisan peluru. Dengan kesal, dibuang senapannya.
Max, berdiri ditengah ruangan, berkacak pinggang. Teriaknya menantang.
” Hai…kunyuk…jangan hanya berputar putar saja. Pengecut…,” makinya kesal.
Srett…..
Si Bayangan berdiri tenang, mulutnya terkatup rapat. Menunggu Max bertindak.
“Hah…landak degil rupanya, kau. Nih..terima pukulanku, Bet..bet…hiaaat,” tiga pukulan dan tendangan beruntun dilepaskan.
Tanpa menggunakan kekuatan supernya, Bayangan meladeni serangan Max dengan tenang.
Pukulan dan tendangan ditangkis dengan manis oleh Bayangan.
Jual beli pukulan dan tendangan dilepaskan silih berganti. Beberapa kali pukulan dan tendangan Bayangan menghantam Max. Wajah dan badannya sudah bengkak memar. Darah mengalir dari ujung mata dan bibirnya.
” Puaah…! Srett….!” sebuah belati berkilat tergenggam di tangan kanan Max. Sapuanya berdesing di udara..menusuk dan membabat kearah tubuh Bayangan.
Dengan lincah, dan trengginas dielakan dan dimentahkan serangan belati Max.
Max berkelahi sambil menyumpah serapah, setiap kali serangannya dipatahkan, dan dirinya malah mendapat pukulan dan tendangan Bayangan bertubi tubi.
Hingga suatu saat..ketika Bayangan meloncat sigap sambil meluncurkan pukulan kiri kanan, hook..upper cut…swingg…bergantian datang bagai badai…dan Hiaat….
Telak tendangan kaki kanannya menghantam dada “…huakkk…,” darah segar meloncat dari mulut Max disusul pukulan uppercut..telak menghajar dagu Max…Max terjajar ..terhuyung…jatuh menabrak dinding.
Bayangan melakukan aksinya tanpa suara. Tatapan matanya juga tidak berubah. Tetap tenang.
Cool…very cool,” batin Lintang yang dengan jelas melihat perkelahian itu.
” Ha…ha…ha…jangan mendekat. Kalau tidak akan kubunuh Profesor…,” ancam Mr X sambil menyandra Profesor dengan todongan di kepala yang muncul didepan gudang.
Lintang terkejut..dan ketakutan.
Bayangan melihat sekilas ke arah Lintang. Memberi isyarat untuk tenang. Bayangan dengan tatapan tajam, mengawasi gerakan Mr X…mencari celah kosong ..untuk..
” Wuut,….!!!” dengan kecepatan penuh Bayangan bergerak…tanpa ayal lagi…
” Brakk…..;!!..tubuh tambun Mr X terpental, segera diangka dan dipantek ke dinding..baju tersangkut di belati Max…tergantung gantung pingsan.
Dan sekali lagi berkelebat, tubuh Prof Smart dan Lintang sudah dibawa terbang..
***
Pesta.
” Happy birthday…happy biryhday…happy birthday to you..Lintang,” suara nyanyian selamat ulang tahun menggema dan tepuk tangan suka cita , bergemuruh diruang pesta.
Semua terlihat bahagia. Demikian juga Lintang. Dengan wajah cantiknya yang cerah..dan mata beningnya mengerling ke arah Bayangan yang berdiri disudut.
Diberikan senyuman yang paling manis kepada Bayangan.Dengan penuh cinta dan damba.
Bayangan hanya ,” Hmmmmmm,”!! []
- Selamat ulang tahun anak ku tercinta…ini cerita untuk mu sebagai hadiah ulang tahunmu.
- Selamat ulang tahun yang ke 13
- Semoga jadi anak yang pintar dan sholehah.
______________________________________________

Iwan Setiawan, lebih dikenal Iwangendut, mungkin karena tubuhnya yang benar-benar gendut. Waktu mudanya selain pemain teater juga penulis naskah dan kadang juga jadi sutradaranya. Lelaki yang pernah menimba ilmu di STIE Jagakarsa Jakarta di tengah kesibukannya mengelola Koperasi Mitra Sejahtera kini jiwanya tergugah kembali untuk menekuni dunia kreatif yang sempat tertunda. Terlebih, dalam sesi terkini ia selain menulis cerpen dan puisi, ia lebih mendalami cerita silat seperti “Jari Sakti Menusuk Matahri” salah satu karya populernya yang telah terpublish di Wattpad