Arsip Tag: Wisata Alam

Janggala Body Rafting – Green Canyon Pangandaran

Dengan menyusuri sungai green canyon dan melihat keindahan dinding dan ngarainya yang masih alami punya daya tarik tersendiri dan berakhir di green canyon gate (Cukang Taneuh) dilanjutkan dengan memakai perahu ketempat semula dan perjalanan yang sungguh mengagumkan, apalagi bagi pecinta alam dan pencinta olahraga air.

Karena perjalanan akan ditempuh melalui bukit yang terjal dan mengarungi sungai dengan cara berenang (Body Rafting) sekitar 3-4 jam perjalanan. Sesekali harus memanjat tebing jika debit airnya tinggi dan tidak mudah dilalui, sepanjang 5 KM dari hulu sungai menuju dermaga obyek wisata Green Canyon.

Jangan Kuatir karena perjalanan sudah dilaksanakan beberapa kali dan dengan guide yang handal dan tahu medan ditambah dengan safety gear yang memadai (Lifevest, Helmt, Rope) dan dilindungi oleh asuransi terpercaya.

Janggala Body Rafting Community memiliki paket Body Rafting di sungai cijulang Green Canyon, Kab.Pangandaran, Jawa Barat

Bagi Anda yang ingi mendapatkan pengalaman Adventure yang baru dan dijamin seru dan asik banget dan bisa memicu adrenalin tinggi anda tentu dengan didukung kemampuan berenang yang memadai bisa disalurkan disini . Untuk anda yang ingin santai dengan Body Rafting sambil melihat pemandangan dan menghirup udara segar pun bisa mengikuti sambil menikmati pesona luar biasa, perpaduan antara sungai, lembah hijau dan hutan lindung.
Jika Anda Berminat Hubungi Kami :

Contact Person :

Eriek HP : 085 223 64 66 22
Email : janggalagreencanyon@ymail.com
erikharpan@yahoo.co.id

Mengenal Pemandian Kaki Gunung Pandan Aceh Tamiang

 
 Objek wisata pemandian alam di Kaki Gunung Pandan yang terletak di ‎Kampung Selamat, Dusun Pandan perlahan makin terkenal dan ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Aceh.
Objek wisata yang memang terletak jauh dari kota ini, tepatnya di Kecamatan Tenggulung, Kabupaten Aceh Tamiang, telah berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Tempat pemandian yang dikenal sebagai Pemandian Gunung Pandan ini sangatlah asri, karena air pegunungan mengalir bersih dan segar. Banyak pengunjung dari berbagai penjuru daerah datang ke Pemandian Gunung Pandan ini.

Tidak hanya masyarakat Aceh yang datang untuk menikmati keindahan alam di Gunung Pandan, pengunjung dari Kota Medan ramai terlihat..


Menurut Tamrin Ketua Pengelola tempat pemandian, lokasi rekreasi ini dirintis oleh masyarakat setempat pada tahun 2013.
Dan pada saat itu dinas pariwisata memberi bantuan berupa kamar ganti, mushola, dan pondok tempat para pengunjung beristirahat.

Tetapi masih membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk dapat membangun tempat pemandian yang lebih baik.

Ditambahkan Tamrin, penahan air atau dam yang rusak perlu untuk diperbaiki dan juga belum adanya jembatan penyeberangan, serta sebagian jalan menuju tempat pemandian belum di aspal.

Masyarakat mengakui sangat terbantu dengan adanya tempat pemandian ini, sehingga masyarakat dapat meningkatkan perekonomian dan dapat mengurangi pengangguran.

“Untuk pekerja ada 50 orang termasuk tim SAR dan para pengaman parkir, serta masyarakat dapat berjualan makanan di tempat itu, sangat membantu sekali,” ujar Tamrin saat ditemui wartawan WartaKepri.co.id, Kamis (29/6/2017) lalu.

Tamrin juga mengatakan, pengunjung datang setiap harinya, pada hari libur atau pun hari besar bisa mencapai 2.000 – 4.000 orang pengunjung.

” Maka dari itu sangat diharapkan perhatian lebih dari pemerintah untuk bisa memperindah alam wisata yang sudah di garap oleh masyarakat setempat, menjadi tempat wisata yang mendunia,” tutup Tamrin pada Ria dari Wartakepri.

Sumber Air Panas Kaloy

catatan: Indra Nasution  – tamiangtraveller

Bagi masyarakat Tamiang sendiri mungkin sudah tidak asing lagi dengan objek wisata yang satu ini karena memang sempat jadi buah bibir lantaran keunikannya. Mereka (pengunjung) banyak yang terheran-heran, bagaimana mungkin ada sumber air panas di daerah Kaloy, sementara tidak ada Gunung berapi disana. Tetapi tidak usah diragukan lagi, pemandian air panas di daerah kaloy ini memang ada.

Pemandian air panas kaloy ini berlokasi di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang. Kami mencoba merekam suasana Wisata alam air panas desa Kaloy ini dari Kuala Simpang dengan harus menempuh sekitar 2 jam perjalanan. Jarak antara pusat kota “pulo tiga” menuju objek wisata ini kurang lebih 15 Km dengan kondisi jalan berbatuan terjal dan naik turun bukit. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kondisi jalan menuju wisata ini sudah sedikit membaik karena lokasi air panas ini sejalan dengan pabrik pemecah batu yang di bangun di pedalaman desa kaloy sehingga akses jalan pelan tetapi pasti mulai diperbaiki. Tetapi mungkin masih butuh waktu lama bagi masyarakat kaloy untuk berharap jalan menuju lokasi wisata ini di aspal.

Jalan menuju Air panas kaloy ini sejalan dengan jalan menuju “Kuala Paret”, jadi sangat disayangkan jika kamu pergi ke Kuala Paret tetapi tidak singgah sebentar berendam melepaskan penat badan di sumber air panas ini. Rugii.iiii rugii……

Saran :

” Jika ingin ke kuala Paret, lebih baik pergi pada pagi hari jadi kamu punya waktu untuk singgah sebentar ke sumber air panas Kaloy, kemudian menikmati pemandangan alam di Goa Kalamuning karena kedua lokasi ini sebelum Kuala Paret”.

Setiba kami disana memang tidak tampak ada masyarakat sekitar yang berjualan dan menjaga parkiran seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Yang ada hanya beberapa orang pekerja proyek pembuatan jalan.

Tempat air panas ini memang sangat indah karena kita disuguhkan dengan pemandangan perbukitan yang alami dan aliran sungai kaloy di bawahnya. Pemandian Air Kaloy ini tampak seperti alur kecil yang airnya mengalir deras dari celah-celah batuan cadas hingga ke sungai Kaloy. Nah..loh  air yang mengalir dari batuan cadas ini hangat dan bau belerang sangat terasa menyengat, terlihat memang adanya belerang di endapan aliran sumber air panas ini.

Sayangnya objek wisata yang satu  ini tampak dibiarkan seperti apa adanya, sehingga terkesan tidak ada upaya untuk membuat cagar wisata alam. Kami malah harus membuat kolam sendiri yang disusun dari batu-batu sungai untuk berendam di air panas ini.

Mandi di mata air panas alami bermanfaat mengembalikan kesegaran tubuh, meregangkan otot yang tegang, dan membuat tubuh lebih rileks. Dan memang Setelah beberapa menit berendam badan memang terasa lebih ringan tetapi tubuh berkeringat. Ditambah lagi dengan lokasinya yang pure alami dengan eksotisnya pemandangan alam. Jadi sangat disayangkan jika sumber air panas ini tidak dikelola dengan baik oleh Pemda Aceh Tamiang.

Nah ini dia serunya, karena sumber air panas ini berdekatan dengan sungai Kaloy setelah berendam beberapa menit kami langsung berenang-renang dan jump clift di aliran sungai. Jika musim kemarau, air sungai kaloy ini menjadi lebih bersih dan berwarna kebiru-biruan.

Setiap akhir pekan atau liburan, tempat ini selalu ramai di datangi wisatawan local Walaupun dengan kondisi sumber air panas kaloy yang tidak dikelola seperti itu. Mudah-mudahan Pemda Aceh Tamiang dapat segera mengelola air panas ini karena bukan hanya menambah PAD, tetapi juga masyarakat yang sekitar sangat terbantu dengan banyaknya wisatawan yang datang ke lokasi ini[]

Home
About Me  Tamiangtraveller.com

Hi, nama saya Indra Nasution. Saya tinggal di Aceh Tamiang, Indonesia. Saya seorang guru yang senang traveling dan berbagi pengalaman dan skill yang saya punya. saya suka mencari potensi wisata alam dan pergi ke tempat-tempat wisata yang belum pernah dipublikasikan orang sebelumnya karena banyak hal yang tak terduga bisa dinikmati dari perjalanan traveling saya selama ini. 

 

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya antara 200-700 meter.

 

Sejarah

Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, daerah Tengger merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan hutan wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung dan hutan produksi. Melihat berbagai fungsi tersebut, Kongres Taman Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru sebagai taman nasional dalam pertemuan yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober 1982 atas pertimbangan alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta bermacam-macam potensi tradisional kuno yang perlu terus dikembangkan. Pada tanggal 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional.

Kekayaan Flora & Fauna

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka. Pada dinding yang mengelilingi TN Bromo Tengger Semeru terdapat banyak rerumputan, mentigi, akasia, cemara, dll.

Ranu Regulo pada tahun 1930-an

Satwa yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Akses

Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.

Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air.

Gambar terkait

{Sumber utama: Wikipedia bahasa Indonesia}

Taman Wisata Lembah Hijau Bandar Lampung

 

Jogjogan – Tempat Wisata yang Lagi Hits di dekat Pangandaran

pergidulu.com – Dengan semakin banyaknya tempat wisata baru yang dibuka di sekitar Pangandaran, kadang-kadang sulit untuk tetap update dengan informasi tempat mana yang lagi booming, tempat mana yang baru buka dan tempat mana yang cocok buat foto-foto cantik.

Jogjogan Pangandaran Tempat Selfie

Nah…Jogjogan ini memenuhi semua kategori tersebut! Berlokasi cukup tinggi di daerah pegunungan sebelah utara Pangandaran dan lebih ke utara lagi dari Citumang, Jogjogan adalah nama yang diberikan untuk menyebut sebuah area yang mempunyai banyak aktivitas wisata untuk turis, seperti body rafting, Farikota Garden dan Wonder Hill.Jogjogan Pangandaran Wonder HillKebanyakan pengunjung ke daerah ini akan masuk lewat Wonder Hill dan kemudian dari sana bisa memilih aktivitas apa saja yang mau dilakukan. Wonder Hill memang sering dijadikan base untuk menikmati atrasksi di sekitar sana dan selain itu pemandangan dari sana juga sangat cantik.

Tentunya ada banyak spot bagus untuk selfie termasuk platform bambu ini…Jogjogan Pangandaran Pemandangan LuasDari sini bisa jalan kaki (atau naik kendaraan sendiri) ke Taman Farikota. Di sana kamu bisa jalan-jalan keliling taman dan melihat berbagai jenis tanaman yang ada di taman tersebut.

Body Rafting di Sungai Citumang juga jadi salah satu aktivitas wisata yang paling populer. Di sana ada banyak jenis paket yang ditawarkan. Namun yang paling bagus dari aktivitas ini adalah pemandangannya.Jogjogan Pangandaran Taman FarikotaSekitar jam 5 sore, ribuan kelelawar terbang keluar dari sebuah gua raksasa dan pemandangan tersebut bisa dinikmati dari Jogjogan. Jam 5 pagi para kelelawar tersebut kembali lagi masuk ke dalam gua. Jadi ada banyak sekali pengalaman seru yang bisa dinikmati di Jogjogan.

Cara Menuju Jogjogan

Jogjogan agak sulit dicapai, namun kami bisa coba sharing informasi petunjuk jalannya:

  • Jika datang dari arah Pangandaran, belok kanan dari jalan utama Pangandaran Batu Karas di belokan kedua (penting!!) yang memiliki tanda arah ke Citumang. Ini dikarenakan belokan pertama yang mengarah ke Citumang tidak nyambung dengan jalan ke Jogjogan, kecuali kalau kamu naik motor.
  • Ikuti terus jalan ini hingga kamu menemukan belokan ke Citumang. Di tanda belok tersebut kamu tetap lurus.
  • Dari sini ada banyak tanda petunjuk arah ke Jogjogan dan Wonder Hill. Ikuti saja petunjuk ini. Kebanyakan sih tinggal lurus terus dan kemudian beberapa kali belok kanan.
  • Kondisi jalan ke Jogjogan jelek. Tapi masih bisa dilalui menggunakan mobil 2WD biasa ataupun motor Scoopy (seperti kami :)).

Berikut ini adalah lokasi Jogjogan dalam google map.

Jogjogan
Desa Cintaratu, Parigi
Harga tiket: Rp. 10.000 per orang
Rafting: Rp. 125.000 (min 5 orang, sudah termasuk makan siang & transportasi hard top)

Sumber/link: https://www.pergidulu.com/jogjogan-pangandaran/

Pepedan Hills, Destinasi Wisata Baru di Pangandaran, Jawa Barat

Lagi Hits! Pepedan Hills, Destinasi Wisata Baru di Pangandaran

Pepedan Hills, saat ini menjadi salah satu destinasi wisata baru yang lagi ngehits di Pangandaran. Pepedan Hills sendiri berlokasi di kampung Pepedan, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pepedan Hills sendiri menawarkan keindahan panorama alam yang dapat dilihat dari atas perbukitan Goa Nyiruan. Selain keindahan alam, di lokasi tersebut wisatawan bisa menikmati sajian kuliner khas nasi liwet kampung. Lanjutkan membaca Pepedan Hills, Destinasi Wisata Baru di Pangandaran, Jawa Barat

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai