Arsip Tag: Pangandaran

Bikin Geger, Menteri Susi Dayung Kano Meriahkan Hajat Laut

Aksi Menteri Susi mendayung kano di Perairan Teluk Pangandaran saat Perayaan Syukuran Nelayan, Kamis (21/9). NS/SPC.

Pangandaran,SPC – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti muncul tiba-tiba di Perairan Teluk Pangandaran dengan mendayung kano saat ajang Syukuran Nelayan (Hajat Laut), Kamis (21/9). Aksi kejutan sang Menteri tersebut sontak mencuri perhatian ribuan warga dan wisatawan.

Menteri Susi mengayuh kano mendekati acara perayaan Syukuran Nelayan saat Bupati Pangandaran bersama jajaran pejabat setempat sedang melakukan prosesi tabur bunga untuk mengenang nelayan yang meninggal di laut. Tidak ada yang mengetahui darimana awalnya Menteri Susi bermain kano.

Tiba-tiba saja, Ia melambaikan tangan menyapa ribuan warga dan teman baiknya Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dari tengah laut. Jaraknya sekitar 200 meter dari pantai. Setelah menyapa warga, Susi lantas melanjutkan petualangannya ke tengah laut.

Dikawal sejumlah pria berbadan tegap, Susi terlihat menikmati bermain kano, meskipun kondisi ombak tidak begitu bersahabat karena sedang musim angin timur. Beberapa nelayan mencoba mendekat menggunakan perahu untuk sekedar menyapanya.

“Ibu apa kabar, kita lagi panen ikan layur,” tutur Rudi Santoso (37), salah seorang warga Pangandaran.

Sautan warga tersebut langsung disapa Susi dengan senyuman dan lambaian tangan. “Oh lagi panen ikan yah, bagus,” teriaknya ramah.

Menteri nyentrik itu kemudian berpamitan dan terus mendayung ke tengah laut. Beberapa pengawalnya mengikuti di belakang dan memberi kode kepada warga yang naik perahu untuk tidak mendekat.

Editor: Andi Nurroni

Karnaval Seni Tradisional Meriahkan Syukuran Nelayan di Pangandaran

Bupati Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari memimpin karnaval dengan menaiki kereta hias, diikuti peserta karnaval di belakangnya/foto:Iwan Mulyadi/WP

Pangandaran/WP- Ratusan nelayan, warga dan wisatawan beramai ramai berbaur menghadiri prosesi budaya Syukuran Nelayan yang dipusatkan di Pantai Timur Pangandaran, Kamis (21/9) pagi.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah serta keselamatan kepada para nelayan ini dihadiri oleh ribuan warga yang berbaur dengan wisatawan.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari, Anggota DPRD Jawa Barat H Ijah Hartini, para anggota Dewan DPRD Kabupaten Pangandaran dan undangan lainnya.

Prosesi ini diawali dengan pelaksanaan karnaval yang mengambil rute dari depan Kantor Desa Pangandaran, menyusuri Jalan Kidang Pananjung dan akan berakhir di lokasi Syukuran nelayan di komplek Pasar Ikan Pantai Timur Pangandaran.

Dalam Kesempatan tersebut Bupati Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari memimpin karnaval dengan menaiki kereta hias, diikuti peserta karnaval lain dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Pangandaran. (Iwan Mulyadi/Warta Priangan)

Wow..luar biasa, Warga Dusun di Pangandaran Sukses Bangun Balai Dusun Megah


Sebuah bangunan Balai Dusun berdiri megah dan kokoh di Dusun Pasirkiara Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Maka meskipun hanya sebuah Balai Dusun, sebagai bentuk apresiasi, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata berkenan hadir meresmikannya, Rabu (29/8).

Hadir pada kesempatan ini Camat Parigi, Kepala Desa Karangbenda, Kepala Duusun, ketua RT, RW, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat.

Pembangunan Balai Dusun Pasirkiara ini menghabiskan dana sebesar Rp 160. juta. Dana sebesar itu berasal dari swadaya masyarakat sebesar Rp 120 juta dan dana batuan dari Desa sebesar Rp 40 juta .

Menurut Kepala Dusun Pasirkiara Endang Mansur, bangunan tersebut selain tempat menggelar rapat dan pertemuan, juga sebagai tempat pelayanan kesehatan berupa posyandu, poskesdes, dan balai serbaguna.

“Diharapkan dengan Balai Dusun tersebut dapat meningkatkan pelayanan administrasi, kesehatan dan pusat pelayanan lainnya kepada masyarakat,”ujarnya.

Sementara itu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengatakan, saat gotong-royong mulai terlupakan, tetapi di dusun ini budaya gotong-royong ini masih terpelihara.

“Hal itu terbukti, dengan kebersamaan upaya membangun balai dusun yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah dapat diwujudkan,”kata Bupati Jeje.

Dalam kesempatan ini Bupati Jeje menyampaikan program program yang sedang berjalan.

“Sampai saat ini saya belum memikirkan membangun kantor bupati. Pada 2018 kita harapkan jalan utama selesai dibangun, puskesmas juga rampung dan pembangunan RSUD dimulai. Sementara program tahun ini yang sudah berjalan berupa pendidikan gratis dan kesehatan gratis,”ujarnya.

Pada kesempatan ini, juga diserahkan asuransi nelayan atas nama Miskun sebesar Rp 160 juta. (Iwan Mulyadi/WP.Com)

 

Seru, Festival Kuda Lumping Padaherang Diikuti Puluhan Grup

Salah satu grup penampil beraksi dalam ajang Festival Kuda Lumping di Padaherang, Minggu (20/8). Foto: Bid. Kebudayaan Disparbud Pangandaran (atas)

Padaherang, SPC – Puluhan kelompok seni kuda lumping dari Kec. Padaherang, Mangunjaya, dan Kalipucang mengkuti ajang Festival Kuda Lumping di Lapangan Procit Desa Patinggen Kec. Padaherang,  (Minggu 19/8). Selain banyak peserta yang mengikuti hajat seni budaya tersebut, ajang yang digelar pertama kali di Kab Pangandaran, Jawa Barat itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Tidak kurang dari 2000 warga sekitar antusias menyaksikan jalannya festival. Para penonton tampak antusias melihat satu demi satu kebolehan kelompok peserta.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Pangandaran Aceng Hasim menjelaskan kategori yang dilombakkan yaitu ibing cakilan, baladewaan dan barongan. Indikator yang dijadikan dasar penilaian di antaranya keluwesan gerak, kesesuaian gerak dengan musik, serta kekompakkan gerak.

Lebih jauh Aceng menyampaikan, kuda lumping bukan seni tradisi asli Kab. Pangandaran. Namun, kata dia, kesenian tersebut tumbuh baik di Pangandaran dibawa dan dirawat oleh leluhur warga suku Jawa asal Jawa Tengah.

“Dibanding kesenian lain yang ada di Pangandaran, kelompok seni ini paling banyak. Menurut catatan kami ada 60 kelompok se-Kab. Pangandaran, terbanyak di Kec Mangunjaya dan Kec. Pangandaran” kata Aceng seperti diberitakan SP.Com.

Kepala Disparbud Kab Pangandaran H Undang Sohbardin dalam sambutannya menyampaikan, ajang budaya di Padaherang selalu nendapat sambutan meriah dari masyarakat, tak terkecuali Festival Kuda Lumping. Potensi seni tersebut dan antusiasme masyarakat, kata Andang, perlu diapresiasi.

Dengan keadaan tersebut pihaknya ingin menyelenggarakan kegiatan tersebut di Padaherang, serta mengundang kelompok seni sejenis dari kabupaten tetangga.

“Ke depan kami ingin mengundang kelompok seni kuda lumping dari kabupaten yang terdekat. Sehingga acara semakin meriah serta bisa menjadi perbandingan, ” papar Undang.

Editor: Andi Nurroni/SP.Com

Istimewa, HUT RI di Pangandaran Dimeriahkan Atraksi Pesawat

Aksi aerobatik FASI Kab. Pangandaran memeriahkan Peringatan HUT ke-72 RI di Kab. Pangandaran, Kamis (17/8). IR/SPC

Parigi, SPC –  Setelah memamerkan aksi terjun payung di Pantai Barat Pangandaran yang sukses memukau wisatawan, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Daerah Kabupaten Pangandaran memarkan aksi yang tidak kalah memukau pada ajang Peringatan HUT ke-72 RI di Alun-Alun Parigi, Kamis (17/8).

FASI Daerah Kabupaten Pangandaran menampilkan aksi aeorbatik sesaat sebelum Upacara Peringatan HUT ke-72 RI dimulai. Pertunjukan atraksi pesawat tersebut menampilkan manuver-manuver yang membuat warga masyarakat maupun tamu undangan berteriak histeris, salah satunya aksi pesawat jatuh.

Ketua Harian FASI Daerah Kabupaten Pangandaran Beni Gumilar mengatakan, aerobatik ditampilkan pada saat peringatan HUT ke-72 RI di Kabupaten Pangandaran adalah untuk menghibur warga masyarakat Parigi.

“Selain untuk menghibur warga masyarakat, aerobatik ini digelar untuk memperkenalkan kepada warga masyarakat Kabupaten Pangandaran bahwa Pangandaran saat ini sudah memiliki FASI Daerah, yang pengurusnya dikukuhkan Bupati Pangandaran pada Rabu malam lalu,”ujar Beni.

Menurutnya, pada peringatan HUT ke-72 RI, hanya ada dua penampilan aerobatik. Pertama di Istana Negara, yang kedua di Kabupaten Pangandaran. Walaupun menurut dia, di Kab. Pangandaran hanya menampilkan satu pesawat saja.

“Tadi itu pilotnya Marsekal Purnawirawan Eris, beliau sudah memiliki 35.000 jam terbang, jadi sudah sangat piawai sekali,” ujarnya.

Selain menampilkan aerobartik, kata dia, FASI daerah Kabupaten Pangandaran juga menampilkan aksi terjun payung cabang kanopi di udara dengan membawa bendera merah putih berukuran 3 meter.

“Namun dikarenakan perubahan jadwal, para penerjun tidak turun di Lapang Parigi tetapi di Bandara Nusawiru,” ujar dia.

Editor: Andi Nurroni/SP.Com

Jogjogan – Tempat Wisata yang Lagi Hits di dekat Pangandaran

pergidulu.com – Dengan semakin banyaknya tempat wisata baru yang dibuka di sekitar Pangandaran, kadang-kadang sulit untuk tetap update dengan informasi tempat mana yang lagi booming, tempat mana yang baru buka dan tempat mana yang cocok buat foto-foto cantik.

Jogjogan Pangandaran Tempat Selfie

Nah…Jogjogan ini memenuhi semua kategori tersebut! Berlokasi cukup tinggi di daerah pegunungan sebelah utara Pangandaran dan lebih ke utara lagi dari Citumang, Jogjogan adalah nama yang diberikan untuk menyebut sebuah area yang mempunyai banyak aktivitas wisata untuk turis, seperti body rafting, Farikota Garden dan Wonder Hill.Jogjogan Pangandaran Wonder HillKebanyakan pengunjung ke daerah ini akan masuk lewat Wonder Hill dan kemudian dari sana bisa memilih aktivitas apa saja yang mau dilakukan. Wonder Hill memang sering dijadikan base untuk menikmati atrasksi di sekitar sana dan selain itu pemandangan dari sana juga sangat cantik.

Tentunya ada banyak spot bagus untuk selfie termasuk platform bambu ini…Jogjogan Pangandaran Pemandangan LuasDari sini bisa jalan kaki (atau naik kendaraan sendiri) ke Taman Farikota. Di sana kamu bisa jalan-jalan keliling taman dan melihat berbagai jenis tanaman yang ada di taman tersebut.

Body Rafting di Sungai Citumang juga jadi salah satu aktivitas wisata yang paling populer. Di sana ada banyak jenis paket yang ditawarkan. Namun yang paling bagus dari aktivitas ini adalah pemandangannya.Jogjogan Pangandaran Taman FarikotaSekitar jam 5 sore, ribuan kelelawar terbang keluar dari sebuah gua raksasa dan pemandangan tersebut bisa dinikmati dari Jogjogan. Jam 5 pagi para kelelawar tersebut kembali lagi masuk ke dalam gua. Jadi ada banyak sekali pengalaman seru yang bisa dinikmati di Jogjogan.

Cara Menuju Jogjogan

Jogjogan agak sulit dicapai, namun kami bisa coba sharing informasi petunjuk jalannya:

  • Jika datang dari arah Pangandaran, belok kanan dari jalan utama Pangandaran Batu Karas di belokan kedua (penting!!) yang memiliki tanda arah ke Citumang. Ini dikarenakan belokan pertama yang mengarah ke Citumang tidak nyambung dengan jalan ke Jogjogan, kecuali kalau kamu naik motor.
  • Ikuti terus jalan ini hingga kamu menemukan belokan ke Citumang. Di tanda belok tersebut kamu tetap lurus.
  • Dari sini ada banyak tanda petunjuk arah ke Jogjogan dan Wonder Hill. Ikuti saja petunjuk ini. Kebanyakan sih tinggal lurus terus dan kemudian beberapa kali belok kanan.
  • Kondisi jalan ke Jogjogan jelek. Tapi masih bisa dilalui menggunakan mobil 2WD biasa ataupun motor Scoopy (seperti kami :)).

Berikut ini adalah lokasi Jogjogan dalam google map.

Jogjogan
Desa Cintaratu, Parigi
Harga tiket: Rp. 10.000 per orang
Rafting: Rp. 125.000 (min 5 orang, sudah termasuk makan siang & transportasi hard top)

Sumber/link: https://www.pergidulu.com/jogjogan-pangandaran/

Gerombolan babi hutan turun ke pemukiman warga di Pangandaran

PANGANDARAN. Kawanan babi hutan (celeng) turun gunung dan memasuki pemukiman warga di Dusun Desa Sidomulyo , Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Propinsi Jawa Barat, sejak Minggu (30/7) pagi tadi. Kuat dugaan, babi hutan turun ke pemukiman warga lantaran kelaparan.

Anto, warga Desa Sidomulyo, ketika dihubungi Warta Priangan, Minggu (30/7), mengaku sejumlah warga melihat kawanan babi hutan turun dari hutan.

“Pagi tadi melihat segerombol babi hutan masuk ke pesawahan dan halaman rumah. Mungkin babi babi itu kehausan dan kelaparan. Kemungkinan dikejar warga Kampung sebelah yang letaknya dekat hutan,” ujarnya.

Menurutnya, ada sekitar 10 ekor yang berkeliaran. Sudah tiga ekor yang sudah tertangkap, namun itu anaknya. Sedangkan bibitnya belum tertangkap.

“Sampai saat ini warga masih mengejarnya. Alasannya kawanan babi hutan ini merusak palawija yang baru beberapa minggu ditanam,”ujarnya.

Kawanan Babi hutan ini, tambahnya, dikejar orang-orang yang pemukimannya dekat hutan.

“Warga Desa Sidomulyo hanya membantu saja menangkapnya,”pungkasnya. (Iwan Mulyadi/Warta Priangan)

Ini Hasil Pertemuan Bupati Jeje Wiradinata dan Nyoman Nuarta Terkait Perobohan Patung

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan seniman I Nyoman Nuarta, sekitar pukul 09.00 WIB di Bandung, Kamis (13/7) siang tadi.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Jeje Wiradinata, menyampaikan Lanjutkan membaca Ini Hasil Pertemuan Bupati Jeje Wiradinata dan Nyoman Nuarta Terkait Perobohan Patung

Perihal Patung Karya Nyoman Nuarta Yang Dibongkar Pemda Pangandaran

 

‘Kekecewaan’ Nyoman Nuarta usai patung ikan di Pangandaran dirobohkan

 8 Juli 2017

Lanjutkan membaca Perihal Patung Karya Nyoman Nuarta Yang Dibongkar Pemda Pangandaran

Gratiskan Internet, Desa di Pangandaran Ini Nominasi Terbaik se-Jabar

Fasilitas BUMDes yang dimiliki Desa Cibogo, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran. Andi Nurroni/SP.Com

Info SwaraPangandaran.Com – Desa Cibogo, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, menjadi satu dari tiga nominasi desa terbaik se-Jawa Barat  dalam program Evaluasi Perkembangan Desa tahun 2017.
Desa berpenduduk 3.035 jiwa ini bersaing dengan dua desa lainnya di Jawa Barat untuk menjadi yang terbaik dan mewakili Jawa Barat di tingkat region Jawa. Dua kompetitor Desa Cibogo, masing-masing adalah Desa Biru, Kabupaten Bandung dan Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi.

Desa Cibogo menjadi nominasi tiga terbaik di tingkat provinsi, setelah sebelumnya menjadi yang terbaik di tingkat Kabupaten Pangandaran serta tingkat Priangan. Sejumlah inovasi yang dilakukan pemerintah desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Karsim, menjadi dasar penilain positif panitia seleksi.

Program yang menjadi ikon desa ini adalah menggratiskan jaringan internet melalui titik-titik hotspot yang disebar di seluruh wilayah desa. Program ini digulirkan agar warga bisa memanfaatkan layanan internet untuk menunjang kebutuhan masing-masing, mulai dari pendidikan, bisnis maupun hiburan.

“Selain itu, kami juga dianggap solid dari segi birokrasi, serta menjalankan transparansi dan akuntabilitas,” ujar Sekretaris Desa Imat Rusdiana kepada wartawan, Rabu (20/6/2017).

Poin penilaian tinggi juga diraih desa ini berkat pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang maju. Tanah desa seluas 5 hektare dimanfaatkan untuk perkebunan pisang. Perkebunan ini dikelola UKM binaan sebagai bentuk pemberdayaan, sementara pemasaran dilakukan oleh BUMDes.

“Kita juga punya program lumbung giji, yakni bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita dari keluarga prasejahtera. Dananya kita tamping dari para donator,” kata Imat manambahkan.

Di samping itu, upaya meningkatkan asupan gizi warga juga dilakukan melalui penebaran benih ikan mujair dan ikan gabus di rawa-rawa yang ada di desa. Melalui program tersebut, warga diharapkan bisa makan ikan secara gratis.

Editor: Andi Nurroni

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai