Catatan: Redovan Jamil
Pelatihan Guru Tahap 1 tingkat Sekolah Dasar dengan materi RPP dan PAIKEM se-Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau telah diselenggarakan 15-16 Maret 2017 lalu . Pelatihan dibawakan oleh trainer Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Bapak Redovan Jamil. Pelatihan tersebut disambut antusias oleh Bapak Mazlan selaku kepala UPTD Kecamatan Rangsang Pesisir.

Peserta yang hadir mengikuti pelatihan sejumlah 31 orang guru yang terdiri dari 12 orang guru dampingan Dompet Dhuafa dari SDN 12 Sokop Lokal Jauh. Selebihnya Bapak/Ibu guru perwakilan dari 12 SD yang ada di Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Pada sesi sambutan sekaligus pembukaan kegiatan pelatihan, kepala UPTD menyampaikan kepada semua peserta yang hadir, “jangan lihat fisik dari sang trainer dari Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa dan jangan menganggap remeh. Tapi ambillah ilmu yang diberikan beliau. Orang yang dikirim oleh Dompet Dhuafa ke daerah kita adalah orang hebat. Maka dari itu jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Marilah kita menerima ilmu yang akan beliau sampaikan.” Setelah untaian kata motivasi yang di sampaikan Bapak Mazlan selaku Kepala UPTD dan kemudian beliau resmi membuka Pelatihan Guru Tahap 1 Se-Kecamatan Rangsang Pesisir.
Pelatihan dimulai dengan percikan kata motivasi penuh semangat yang dilontarkan oleh sang trainer Bapak Redovan Jamil. Memperkenalkan diri dengan cara yang unik, sehingga semua peserta yang ada di ruangan itu terkesima. Cara itu adalah sebuah teknik pembuka yang wajib dimiliki oleh seorang trainer Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa.

Dihari pertama Bapak Redovan Jamil menyajikan pelatihan dengan materi RPP. Terutama sekali peserta dirangsang untuk berpikir apa itu RPP sebenarnya? Dan juga menyadarkan semua guru betapa pentingnya sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Pada sesi awal peserta juga diajak menyaksikan video Nick Vujinic dengan kondisi tubuh yang cacat. Mengaitkan hasil tayangan video tersebut kepada materi pelatihan. “Bahwasannya orang cacat saja sanggup melaksanakan aktifitas keseharian layaknya manusia yang terlahir normal. Apalagi kita seorang guru yang terlahir dengan fisik yang tidak kurang sedikitpun. Saya yakin dan percaya, Insyaallah bapak/ibu guru hebat sanggup mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang biasa disebut RPP sebelum mengajar di kelas”, terang Bapak Redovan Jamil.
Semua guru mengangguk dengan wajah penuh tanda tanya. Juga tergambar wajah penuh dengan kekecewaan. Apakah kekecewaan kepada dirinya selaku guru? Atau kekecewaan yang lainnya. Semua itu menjadi rahasia masing-masing guru yang ikut pelatihan. Tidak berselang beberapa menit, Bapak Redovan Jamil selaku trainer Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia menginstruksikan kepada semua peserta pelatihan untuk menulis di kertas yang sudah dibagikan satu persatu, “apa yang akan dilakukan perubahan saat mengajar nanti di kelas?” Semua peserta mengikuti instruksi yang diberikan Bapak Jamil.
Pelatihan berjalan dengan lancar. Setelah Isoma peserta ditugaskan untuk membuat RPP secara berkelompok yang dipilih secara acak oleh sang trainer. Pada akhir sesi, perwakilan dari kelompok disuruh tampil mengajar selama 15 menit sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat.
Banyak ditemukan kekurangan dari kelengkapan sebuah RPP oleh Bapak Jamil selaku trainer. RPP yang dibuat oleh masing-masing kelompok belum masuk kategori standar Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Masih banyak yang harus dilengkapi agar mencukupi kelayakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran agar guru bisa mengajar dengan sebaik mungkin.
Pelatihan hari pertama tersebut diakhiri dengan foto bersama dengan semua peserta pelatihan dan diikuti oleh Kepala UPTD Rangsang Pesisir (Bapak Mazlan).

Hari kedua pelatihan dengan materi PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Bapak/ibu guru selaku peserta masih antusias untuk mengikuti pelatihan lanjutan tersebut. Pelatihan dibuka dengan rangkain kata-kata motivasi untuk menggugah hati paling dalam para guru untuk keluar dari pola mengajar yang selama ini kurang tepat.
Mengajak para guru untuk bergerak bersama menata perbaikan sedikit demi sedikit dengan menerapkan metode PAIKEM. Tujuannya adalah agar terciptanya pembelajaran yang aktif serta menyenangkan yang dapat dirasakan oleh siswa. Dan juga terwujudnya capaian indikator pembelajaran yang sudah ditentukan.
Metode PAIKEM juga memiliki manfaat kepada seorang guru untuk mengajar dengan pola yang baru, berbeda dengan cara mengajar yang sebelumnya. Bisa terciptanya minimal 5 interaksi serta terwujudnya minimal melibatkan 3 indra siswa, yaitu melihat, mendengar dan mengucapkan. Maka siswa akan aktif dan pembelajaran tidak monoton.
Pada sesi terakhir, salah satu guru perwakilan kelompok bertugas tampil bagaimana mengajar menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran yang akan digunakan telah ditentukan oleh trainer Bapak Redovan Jamil. Walaupun perwakilan guru kesulitan menerapkan model pembelajaran itu, namun Bapak Jamil memandu guru tersebut untuk menyelesaikan tugasnya sebagai perwakilan kelompok.
Sang Trainer menutup materi Pelatihan Guru Tahap 1 dengan meminta komitmen guru agar menerapkan motedo PAIKEM saat mengajar nanti di kelas. Pelatihan guru hari kedua diakhiri dengan foto bersama.**