Puisi: Ari Vidianto

 Angin Asmara

 Buih-buih dalam rayuan

Membara entah kemana

Tak terlalu mudah di mengerti

Angin yang bersiul bergoyang

menerpa alam raya

Melamunku pun tak ada guna

Karena pohon telah tergoda

Angin asmara kah itu

Mencoba menyatu di hatiku 

Lumbir, 7 Maret 2016

 

Cipta Cinta 

Debaran-debaran asmara

Mengalir mengalun mengisi

Relung jiwa

Lembut sentuhanmu bungaku

Membuat gemuruh di dada

Berdegup kencang

Anganku melayang terbang

Sayap-sayap asmara

Menari indah menciptakan cinta 

Lumbir, 8 Maret 2016

 

Ciri Cinta 

Matamu melirik penuh taktik

Gerak gerikmu mengusik

Hati ini semakin tergelitik

Pandanganmu makin tajam

Semakin keras menghujam

Ciri cinta telah nyata

Kusambut kau dalam buaian

asmara 

Lumbir, 8 Maret 2016

 

Malam

Malam

Penuh gelap dan misteri alam

Tebarkan kesunyian tersepi

Melewati sisi kelamnya hari

Malam

Tak bertabur bintang dan bulan

Keheningan pun makin mencekam

Penuh dengan bisikan rintihan

Malam

Waktumu penuh kehampaan

Aktifitas para pemilik jiwa

Terhenti sejenak dalam peraduan

Lumbir, 12 April 2016

 

Belahan Jiwa 

Hanya kamu belahan jiwa

Gemulai tawamu renyah menyapa

Di senyummu tersimpan rindu

Rindu sayang yang telah layu

Karena terkikis oleh waktu

Wajah cantik dirimu itu

Hilangkan memori luka hati

Luka hati yang kutinggal pergi

Belahan jiwa dekaplah selalu

Jiwa cinta yang meranum sendu

         Lumbir, 12 April 2016

Penulis : Ari Vidianto,lahir di Banyumas, 27 Januari 1984. Bekerja sebagai Guru di SD Negeri 2 Lumbir.Bukunya yang sudah terbit yaitu Ibu Maafkan Aku ( Pustaka Kata, 2015 ) & Wajah-Wajah Penuh Cinta ( Pustaka Kata, 2016 ). 17 buku Antologi  dan banyak karya yang dimuat di Media Massa seperti di Majalah Sang Guru, Ancas,SatelitPost, Tabloid Gaul, Readzone.com, Buanakata.com,Sultrakini.Com, Riaurealita.Com,Duta Masyarakat, Solopos, Radar Mojokerto, Kedaulatan Rakyat dll . No Hp 085726348627, Facebook Ari Vidianto & Penulis Lumbir, email : ari.vidianto@gmail.com

Tinggalkan komentar