‘Kekecewaan’ Nyoman Nuarta usai patung ikan di Pangandaran dirobohkan
8 Juli 2017
Lanjutkan membaca Perihal Patung Karya Nyoman Nuarta Yang Dibongkar Pemda Pangandaran
8 Juli 2017
Lanjutkan membaca Perihal Patung Karya Nyoman Nuarta Yang Dibongkar Pemda Pangandaran
Warta Priangan Pangandaran

Saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jabar sedang membangun Alun-alun Pangandaran di eks Lapang Merdeka Kecamatan Pangandaranm Jabar.
Salah satu monumen yang menjadi sentral di lokasi tersebut adalah patung Sang Proklamator, Soekarno-Hatta dan Naskah Proklamasi. Lanjutkan membaca Ini Lho, Pembuat Patung Proklamator di Lapang Merdeka Pangandaran

Fasilitas BUMDes yang dimiliki Desa Cibogo, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran. Andi Nurroni/SP.Com
Info SwaraPangandaran.Com – Desa Cibogo, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, menjadi satu dari tiga nominasi desa terbaik se-Jawa Barat dalam program Evaluasi Perkembangan Desa tahun 2017.
Desa berpenduduk 3.035 jiwa ini bersaing dengan dua desa lainnya di Jawa Barat untuk menjadi yang terbaik dan mewakili Jawa Barat di tingkat region Jawa. Dua kompetitor Desa Cibogo, masing-masing adalah Desa Biru, Kabupaten Bandung dan Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi.
Desa Cibogo menjadi nominasi tiga terbaik di tingkat provinsi, setelah sebelumnya menjadi yang terbaik di tingkat Kabupaten Pangandaran serta tingkat Priangan. Sejumlah inovasi yang dilakukan pemerintah desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Karsim, menjadi dasar penilain positif panitia seleksi.
Program yang menjadi ikon desa ini adalah menggratiskan jaringan internet melalui titik-titik hotspot yang disebar di seluruh wilayah desa. Program ini digulirkan agar warga bisa memanfaatkan layanan internet untuk menunjang kebutuhan masing-masing, mulai dari pendidikan, bisnis maupun hiburan.
“Selain itu, kami juga dianggap solid dari segi birokrasi, serta menjalankan transparansi dan akuntabilitas,” ujar Sekretaris Desa Imat Rusdiana kepada wartawan, Rabu (20/6/2017).
Poin penilaian tinggi juga diraih desa ini berkat pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang maju. Tanah desa seluas 5 hektare dimanfaatkan untuk perkebunan pisang. Perkebunan ini dikelola UKM binaan sebagai bentuk pemberdayaan, sementara pemasaran dilakukan oleh BUMDes.
“Kita juga punya program lumbung giji, yakni bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita dari keluarga prasejahtera. Dananya kita tamping dari para donator,” kata Imat manambahkan.
Di samping itu, upaya meningkatkan asupan gizi warga juga dilakukan melalui penebaran benih ikan mujair dan ikan gabus di rawa-rawa yang ada di desa. Melalui program tersebut, warga diharapkan bisa makan ikan secara gratis.
Editor: Andi Nurroni
JABARSATU – Setahun sudah gedung YPK yang gagah itu roboh, tapi setahun itu pula kondisi gedung YPK terlantar, Hingga hari ini Kamis 14 Juni 2017 kondisinya semakin parah. Ada apa sebenarnya yang terjadi.
Lanjutkan membaca Setahun Gedung YPK Roboh dan Terlantar
Salah satu kereta api jurusan Banjar-Cijulang sekitar tahun 70-an saat tengah melintasi jembatan Cikacepit beberapa kilometer jelang Pangandaran (atas) Foto: Doc KA
Pengaktifan kembali jalur kereta Banjar-Cijulang direncanakan dimulai pada tahun 2020. Saat ini, Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jawa Barat sedang bersama-sama melakukan kajian.
Lanjutkan membaca Reaktivasi Kereta Banjar-Cijulang Ditarget 2020
Mahasiswa Unpad Multikampus Pangandaran berfoto di depan kampus mereka di Desa Cikangkung, Kec. Sidamulih, Kab. Pangandaran, Jabar.(Foto atas/ Dok: Unpad)
SwaraPangandaran.Com. Posisi Kabupaten Pangandaran sebagai daerah otonom baru menarik minat perguruan tinggi untuk mendirikan kampus di wilayah tersebut. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi warga ke perguruan tinggi. Lanjutkan membaca Pangandaran Akan Miliki Lima Perguruan Tinggi
Catatan: Redovan Jamil
Antusias Para siswa SDN 12 Sokop Lokal Jauh, Riau mengikuti Lomba Memperingati Hari Kartini. Kondisi serta letak geografis tidak menghalang mereka untuk kreatif (25/4/2017/ foto atas)
R.A Kartini tidak asing lagi di telinga kita yang selalu menilik sejarah. Seorang wanita tangguh yang berjasa atas kebangkitan emansipasi wanita atau persamaan hak wanita pribumi. Setiap jatuh tanggal 21 April alangkah bagusnya kita selaku bangsa Indonesia yang menghargai sejarah mengadakan kegiatan untuk memperingati “Hari Kartini” tersebut.
Di SDN 12 Sokop Lokal Jauh Hari Kartini diperingati dengan berbagai lomba. Cabang perlombaan terbagi atas Lomba Bercerita (pengalaman pribadi) teruntuk kelas 3 saja, Lomba Menulis Cerita (pengalaman pribadi) teruntuk kelas 2 dan 3, dan Lomba Membaca Cepat teruntuk kelas 1 sampai kelas 3.

Lomba diadakan di SDN 12 Sokop Lokal Jauh dengan tingkatan perkelas. Lomba dilaksanakan pada hari Sabtu, (22/4). Kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh semua siswa. Bentuk antusias para siswa terbukti bahwa mereka datang ke sekolah lebih awal dari hari biasanya. Juga dapat dipandang sumringah di wajah para siswa, saat penyampaian peraturan lomba serta kategori penilaian di lapangan sekolah.
Lomba dimulai sejak pukul 08.30 hingga 12.00 Wib. Anak-anak mengikuti perlombaan antar kelas dengan sungguh-sungguh. Para siswa ingin mendapatkan juara dan juga hadiah jika menjadi yang terbaik pada setiap cabang lomba yang dijanjikan Bapak Redovan Jamil (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia) Dompet Dhuafa.

Salah satu anak peserta tengah mengikuti lomba baca cepat*
Lomba pun berjalan meriah walaupun dengan suasana sederhana. “Baru kali ini kami berlomba macam ini, Pak. Kami senang, besok adakan lagi ya, Pak”, ucap salah satu siswa kelas 3. Bapak Jamil menjawab dengan senyuman yang menyatakan, “iya”. Siswa yang produktif menulis di kelas 3 adalah anak kita Abu. Setiap pagi ia selalu menyetor tulisannya berupa puisi (tema yang berbeda) kepada Pak Jamil. Kemudian Bapak Jamil mengkoreksi puisi tersebut serta memberikan masukan serta motivasi agar selalu menulis.
Pada hari Selasa, (25/4) pemenang lomba memperingati “Hari Kartini” pun di diumumkan. Pagi hari itu semua siswa dikumpulkan di halaman sekolah. Semua siswa tidak sabaran untuk mendengarkan hasil perlombaan. Pengumuman langsung diambil alih oleh pengelola SDN 12 Sokop Lokal Jauh Ibuk Riyati.
Jantung para siswa jelas dag dig dug. Ini sebuah lomba perdana bagi mereka, yang jelas sesuatu yang baru dan luar biasa. Akhir satu persatu siswa yang terbaik dipanggil ke dapan untuk menerima hadiah. Karya yang terbaik pada cabang Lomba Menulis Cerita (pengalaman pribadi) kelas 3 dipegang oleh anak kita Abu dengan 94 poin, dari kategori penilaian; Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), keunikan cerita, dan pesan cerita.

Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia, Redovan Jamil tampak tengah memberikan hadiah secara simbolik kepda salah satu pemenang cabang lomba menulis cerita.
Pemegang terbaik untuk cabang Lomba Bercerita (pengalaman pribadi) diraih oleh anak kita Asip untuk tingkatan kelas 2 dengan poin 88.Kemudian pada cabang Membaca cepat peringkat pertama diraih oleh Sanjay tingkatan kelas 1 dengan poin 86. Kegiatan lomba memperingati Hari Kartini merupakan seuatu hal yang baru bagi para siswa SDN 12 Sokop Lokal Jauh.

Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk mengajarkan sekaligus mengajak para siswa mencintai dunia literasi. “Kegiatan ini akan diagendakan menjadi program tahunan”, ujar Buk Riyati selaku pengelola.(Redovan Jamil)
Catatan: Redovan Jamil
Pelatihan Guru Tahap 1 tingkat Sekolah Dasar dengan materi RPP dan PAIKEM se-Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau telah diselenggarakan 15-16 Maret 2017 lalu . Pelatihan dibawakan oleh trainer Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Bapak Redovan Jamil. Pelatihan tersebut disambut antusias oleh Bapak Mazlan selaku kepala UPTD Kecamatan Rangsang Pesisir.

Peserta yang hadir mengikuti pelatihan sejumlah 31 orang guru yang terdiri dari 12 orang guru dampingan Dompet Dhuafa dari SDN 12 Sokop Lokal Jauh. Selebihnya Bapak/Ibu guru perwakilan dari 12 SD yang ada di Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Pada sesi sambutan sekaligus pembukaan kegiatan pelatihan, kepala UPTD menyampaikan kepada semua peserta yang hadir, “jangan lihat fisik dari sang trainer dari Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa dan jangan menganggap remeh. Tapi ambillah ilmu yang diberikan beliau. Orang yang dikirim oleh Dompet Dhuafa ke daerah kita adalah orang hebat. Maka dari itu jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Marilah kita menerima ilmu yang akan beliau sampaikan.” Setelah untaian kata motivasi yang di sampaikan Bapak Mazlan selaku Kepala UPTD dan kemudian beliau resmi membuka Pelatihan Guru Tahap 1 Se-Kecamatan Rangsang Pesisir.
Pelatihan dimulai dengan percikan kata motivasi penuh semangat yang dilontarkan oleh sang trainer Bapak Redovan Jamil. Memperkenalkan diri dengan cara yang unik, sehingga semua peserta yang ada di ruangan itu terkesima. Cara itu adalah sebuah teknik pembuka yang wajib dimiliki oleh seorang trainer Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa.

Dihari pertama Bapak Redovan Jamil menyajikan pelatihan dengan materi RPP. Terutama sekali peserta dirangsang untuk berpikir apa itu RPP sebenarnya? Dan juga menyadarkan semua guru betapa pentingnya sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Pada sesi awal peserta juga diajak menyaksikan video Nick Vujinic dengan kondisi tubuh yang cacat. Mengaitkan hasil tayangan video tersebut kepada materi pelatihan. “Bahwasannya orang cacat saja sanggup melaksanakan aktifitas keseharian layaknya manusia yang terlahir normal. Apalagi kita seorang guru yang terlahir dengan fisik yang tidak kurang sedikitpun. Saya yakin dan percaya, Insyaallah bapak/ibu guru hebat sanggup mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang biasa disebut RPP sebelum mengajar di kelas”, terang Bapak Redovan Jamil.
Semua guru mengangguk dengan wajah penuh tanda tanya. Juga tergambar wajah penuh dengan kekecewaan. Apakah kekecewaan kepada dirinya selaku guru? Atau kekecewaan yang lainnya. Semua itu menjadi rahasia masing-masing guru yang ikut pelatihan. Tidak berselang beberapa menit, Bapak Redovan Jamil selaku trainer Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia menginstruksikan kepada semua peserta pelatihan untuk menulis di kertas yang sudah dibagikan satu persatu, “apa yang akan dilakukan perubahan saat mengajar nanti di kelas?” Semua peserta mengikuti instruksi yang diberikan Bapak Jamil.
Pelatihan berjalan dengan lancar. Setelah Isoma peserta ditugaskan untuk membuat RPP secara berkelompok yang dipilih secara acak oleh sang trainer. Pada akhir sesi, perwakilan dari kelompok disuruh tampil mengajar selama 15 menit sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat.
Banyak ditemukan kekurangan dari kelengkapan sebuah RPP oleh Bapak Jamil selaku trainer. RPP yang dibuat oleh masing-masing kelompok belum masuk kategori standar Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Masih banyak yang harus dilengkapi agar mencukupi kelayakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran agar guru bisa mengajar dengan sebaik mungkin.
Pelatihan hari pertama tersebut diakhiri dengan foto bersama dengan semua peserta pelatihan dan diikuti oleh Kepala UPTD Rangsang Pesisir (Bapak Mazlan).

Hari kedua pelatihan dengan materi PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Bapak/ibu guru selaku peserta masih antusias untuk mengikuti pelatihan lanjutan tersebut. Pelatihan dibuka dengan rangkain kata-kata motivasi untuk menggugah hati paling dalam para guru untuk keluar dari pola mengajar yang selama ini kurang tepat.
Mengajak para guru untuk bergerak bersama menata perbaikan sedikit demi sedikit dengan menerapkan metode PAIKEM. Tujuannya adalah agar terciptanya pembelajaran yang aktif serta menyenangkan yang dapat dirasakan oleh siswa. Dan juga terwujudnya capaian indikator pembelajaran yang sudah ditentukan.
Metode PAIKEM juga memiliki manfaat kepada seorang guru untuk mengajar dengan pola yang baru, berbeda dengan cara mengajar yang sebelumnya. Bisa terciptanya minimal 5 interaksi serta terwujudnya minimal melibatkan 3 indra siswa, yaitu melihat, mendengar dan mengucapkan. Maka siswa akan aktif dan pembelajaran tidak monoton.
Pada sesi terakhir, salah satu guru perwakilan kelompok bertugas tampil bagaimana mengajar menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran yang akan digunakan telah ditentukan oleh trainer Bapak Redovan Jamil. Walaupun perwakilan guru kesulitan menerapkan model pembelajaran itu, namun Bapak Jamil memandu guru tersebut untuk menyelesaikan tugasnya sebagai perwakilan kelompok.
Sang Trainer menutup materi Pelatihan Guru Tahap 1 dengan meminta komitmen guru agar menerapkan motedo PAIKEM saat mengajar nanti di kelas. Pelatihan guru hari kedua diakhiri dengan foto bersama.**