Pangandaran, SPC – Penyanyi Pop Sunda legendaris Doel Sumbang berharap ada atraksi kesenian yang reguler di Kabupaten Pangandaran. Menurutnya, kehadiran gedung pertunjukan sangat penting karena kesenian juga menjadi daya tarik wisata.
“Persoalannya bukan hanya berapa banyak orang datang ke Pangandaran tapi berapa lama mereka tinggal, kalau cuma datang hitungan jam artinya itu gagal,” ungkapnya saat berbincang dengan SPC di sela acara Napak Jagat Pasundan menyambut Milangkala ke 5 Kabupaten Pangandaran di lapang Boulevard, Pantai Barat, Sabtu (21/10) malam.
Menurutnya, hal-hal yang disukai wisatawan juga harus ada di Pangandaran agar wisatawan betah tinggal berlama-lama. “Kehidupan malam harus hidup, tapi bukan berarti tempat-tempat maksiat. Performance, one stop shopping,” ujarnya.
Pelantun lagu Sisi Laut Pangandaran ini juga berharap kesenian dan kebudayaan bisa dijual sebagai daya tarik wisata. “Kalau kita ngomong bule, mereka tidak mencari yang ada di negeri mereka, akan senang menonton konser, tarian, namun tentu semuanya harus di packaging dengan baik. Kita lihat Bali saja, Kecak itu dulunya ritual, kemudian bule memberikan inisiatif, blokingnya dibuatkan sedemikian rupa sehingga lebih menarik,” kata dia.
Ia membayangkan jika di Pangandaran aktivitas kesenian dan budaya bisa langsung dinikmati wisatawan. “Misalnya kita masuk ke warung di pantai mendengarkan orang main angklung, maen perkusi, itu akan jauh lebih hidup. Saya yakin Pangandaran bisa karena lahannya siap dan ini pantai,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan yaitu upaya mensinergikan seluruh stakeholder yang ada, baik itu pemerintah, masyarakat dan swasta. “Pemerintah itu tugasnya melayani rakyat, membuat masyarakat bahagia sesuai keinginan masyarakat yang positif,” kata dia.
Dirinya berharap pemerintah peduli terhadap kebudayaan secara universal. “Pemerintah harus memberi ruang gerak, misalnya masyarakat butuh tempat bermain calung, dimana lokasinya. Pemerintah bisa memberi lebih kepada masyarakat karena bisa mengganggarkan,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk membangun Pangandaran dibutuhkan dialog berkelanjutan antara Bupati dan masyarakat. “Harus setiap saat, menjadi teman, menjadi sahabat, teman curhat untuk membuat Pangandaran lebih maju,” kata dia.
Ia berharap di Kabupaten Pangandaran tidak membudayakan membangun proyek, namun prospek. “Bangun segala sesuatu untuk jangka panjang, saya melihat Pangandaran juga mempunyai persoalan pembangunan infrastruktur serius, jalan harus bagus, penginapan harus bersih,” ungkapnya.
Doel mengapresiasi kinerja Bupati Pangan Jeje Wiradinata yang mulai mengubah wajah Pangandaran. “Saya sempat kaget begitu ke Pangandaran lagi sudah banyak yang berubah, terakhir saya ke Pangandaran tahun 2013, akan tetapi dalam membuat patung atau ornamen sebaiknya dilandasi wawasan budaya yang kemudian ciri khasnya keluar,” ungkapnya.
Dalan pertunjukkannya, Doel Sumbang menghibur ribuan warga. Sejumlah lagu hits ia nyanyikan ditengah sambutan masyarakat Pangandaran yang memenuhi hampir seluruh lapang Boulevard.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Doel Sumbang yang sudah menciptakan lagu Pangandaran jauh sebelum Kabupaten Pangandaran menjadi Daerah Otonom Baru. “Lagu Pangandaran lahir terlebih dahulu, dan kang Doel Sumbang membuat Pangandaran semakin terkenal, apa yang ada dalam syair itu menjadi kenyataan,” ungkapnya.
Editor: Andi Nurroni
