Arsip Tag: Abd.Sofi

Puisi Abd.Sofi

Kepada mantan

Ku ucap selamat tinggal,jiwa terpenggal

Tanggal-tanggal gagal, yang telah sejengkal

Bulan buncit telah kempis,jalan sempit

Tempias angin sakau,hujan sakal

 

Jam berlari meniti perih

Memandang hanya mengundang petang datang

Senyum biru muda telah membongkar isi dada

Dari balik jendela kita mencoba pasrah pada kenyataan yang ada.

 

Perempuan luka 1

Luka telah ia sebut bahagia

kesetiaannya tegah birdiri di antara reruntuah

Di tepi pantai telah ia tancapkan janji dan munajad yang meninggi

Langit jadi sepi menyetebui kuncug bianglala

kini lukanya ia pinang-pinang,bersama gugur air mata

Menelannya pada setiap sayatan bayang-bayang

Menghujam menikam malam  ,khusuk kelam

 

Setangkup kecup melekat di pintu kamar

Menaiki malam memar

Saat angin timur mengantar pulang ke blitar

Benih-benihnya tak juga pudar

Getar jiwa berputar-putar.

 

Di senja

Senja ke senja langit berdarah

Angin kemarau hitam tua,

Dari kuncup sabit ingatanku jadi celurit

Air laut pasang mengantar langit merah saga

Ku eja setiap hunus bayang silam

Dari balik setangkai bunga temaram

Dan sepasang kupu-kupu yang lepas dari kekasihnya

Musim demi musim layu awan kelebu aku pilu

 

Di senja ini

Riak-riak ombak telah jadi gelombang

Meretakkan kuat batu karang

Aku duduk di atas batu

Di tepi pantai tempat pertama kita saksikan sepasang kupu-kupu bermesraan

Namum kini senja telah karam bersama rerempah duka

Tuhan . Di mana tempat berteduh ?

Membuang segala empedu rindu

 

Senja telah sempurna mengantar matahari mati

Angin timur mengirim gelombang

Perahuku karam pada purnama ke enam

Namamu kuhafal,matamu kuhafal

Ku abadikan di bukit dada

Ku adadikan di luka.

 

 

Memandang lautan dimatamu

Aku ingin berlayar hingga ke ujung debar

Aku ingin menyelamimu hingga kutemukan mutiara-mutiara itu

Aku ingin duduk hingga senja menenggelamkan tubuhku nanti

Aku ingin menulis puisi-puisi indah di bibirmu

Aku ingin damai seperti riak ombak perlahan meletakkan getar dada

 

Memandang lautan

Aku ingin tenggelam, menemukan malam pegantin di sana

Dan purnama bermekaran di atasnya

Lewat cahaya yang membacakan puisi-puisiku padamu.

 

Membuang masa lalu

Aku melangkah ke senja

Melaju,menjauh dari masa lalu

Memasuki gelap kian pengap

Angin-angin kencang

Burung-burung berlarian

 

Di tepianmu aku membuang segala bunyi kebisingngan dari bermusim bentuk paling asin

Kemurungan kuterbangkan kepada angin kemarau

Dan jenis-jenis luka kulempar pada lautan dan gelombang bergulung

 

Aku pulang membuang sesak masa silam yang muram

Menggikuti arah bintang yang jatuh itu

Mencari pintu-pintu tempat berlabuh dengan jiwa rubuh.

 

83 pesan dari masa lalu

kubaca hingga mata basah

Kuberi makna luka dan bahagia

Segala jenis gemuruh telah kita lafadkan mendaki keterasingan yang memuncah

tanggal bergerak purnama

Sambil mengengam bayang-bayang

Keriap embun dan tetes hujan kita terjamahkan didalamnya

Kepungan dingin membasuh kesepian

Malam telanjang kelam

Kita saling menutupi luka agar tak berdarah.

 

 

 

Abd.Sofi ,lahir di sumenep madura 17 juli 1991

Dan sekarang ia sedang megembara menemukan takdirnya

Kumpulan puisi-puisinya Di Ujung Senja (2015)

Dan aktif di Rumah Sajak