Tempat pemandian yang dikenal sebagai Pemandian Gunung Pandan ini sangatlah asri, karena air pegunungan mengalir bersih dan segar. Banyak pengunjung dari berbagai penjuru daerah datang ke Pemandian Gunung Pandan ini.

Menurut Tamrin Ketua Pengelola tempat pemandian, lokasi rekreasi ini dirintis oleh masyarakat setempat pada tahun 2013.
Dan pada saat itu dinas pariwisata memberi bantuan berupa kamar ganti, mushola, dan pondok tempat para pengunjung beristirahat.
Tetapi masih membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk dapat membangun tempat pemandian yang lebih baik.
Masyarakat mengakui sangat terbantu dengan adanya tempat pemandian ini, sehingga masyarakat dapat meningkatkan perekonomian dan dapat mengurangi pengangguran.
“Untuk pekerja ada 50 orang termasuk tim SAR dan para pengaman parkir, serta masyarakat dapat berjualan makanan di tempat itu, sangat membantu sekali,” ujar Tamrin saat ditemui wartawan WartaKepri.co.id, Kamis (29/6/2017) lalu.
Tamrin juga mengatakan, pengunjung datang setiap harinya, pada hari libur atau pun hari besar bisa mencapai 2.000 – 4.000 orang pengunjung.
” Maka dari itu sangat diharapkan perhatian lebih dari pemerintah untuk bisa memperindah alam wisata yang sudah di garap oleh masyarakat setempat, menjadi tempat wisata yang mendunia,” tutup Tamrin pada Ria dari Wartakepri.
Sumber Air Panas Kaloy
catatan: Indra Nasution – tamiangtraveller
Bagi masyarakat Tamiang sendiri mungkin sudah tidak asing lagi dengan objek wisata yang satu ini karena memang sempat jadi buah bibir lantaran keunikannya. Mereka (pengunjung) banyak yang terheran-heran, bagaimana mungkin ada sumber air panas di daerah Kaloy, sementara tidak ada Gunung berapi disana. Tetapi tidak usah diragukan lagi, pemandian air panas di daerah kaloy ini memang ada.
Pemandian air panas kaloy ini berlokasi di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang. Kami mencoba merekam suasana Wisata alam air panas desa Kaloy ini dari Kuala Simpang dengan harus menempuh sekitar 2 jam perjalanan. Jarak antara pusat kota “pulo tiga” menuju objek wisata ini kurang lebih 15 Km dengan kondisi jalan berbatuan terjal dan naik turun bukit. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kondisi jalan menuju wisata ini sudah sedikit membaik karena lokasi air panas ini sejalan dengan pabrik pemecah batu yang di bangun di pedalaman desa kaloy sehingga akses jalan pelan tetapi pasti mulai diperbaiki. Tetapi mungkin masih butuh waktu lama bagi masyarakat kaloy untuk berharap jalan menuju lokasi wisata ini di aspal.

Jalan menuju Air panas kaloy ini sejalan dengan jalan menuju “Kuala Paret”, jadi sangat disayangkan jika kamu pergi ke Kuala Paret tetapi tidak singgah sebentar berendam melepaskan penat badan di sumber air panas ini. Rugii.iiii rugii……
Saran :
” Jika ingin ke kuala Paret, lebih baik pergi pada pagi hari jadi kamu punya waktu untuk singgah sebentar ke sumber air panas Kaloy, kemudian menikmati pemandangan alam di Goa Kalamuning karena kedua lokasi ini sebelum Kuala Paret”.
Setiba kami disana memang tidak tampak ada masyarakat sekitar yang berjualan dan menjaga parkiran seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Yang ada hanya beberapa orang pekerja proyek pembuatan jalan.
Tempat air panas ini memang sangat indah karena kita disuguhkan dengan pemandangan perbukitan yang alami dan aliran sungai kaloy di bawahnya. Pemandian Air Kaloy ini tampak seperti alur kecil yang airnya mengalir deras dari celah-celah batuan cadas hingga ke sungai Kaloy. Nah..loh air yang mengalir dari batuan cadas ini hangat dan bau belerang sangat terasa menyengat, terlihat memang adanya belerang di endapan aliran sumber air panas ini.

Sayangnya objek wisata yang satu ini tampak dibiarkan seperti apa adanya, sehingga terkesan tidak ada upaya untuk membuat cagar wisata alam. Kami malah harus membuat kolam sendiri yang disusun dari batu-batu sungai untuk berendam di air panas ini.

Mandi di mata air panas alami bermanfaat mengembalikan kesegaran tubuh, meregangkan otot yang tegang, dan membuat tubuh lebih rileks. Dan memang Setelah beberapa menit berendam badan memang terasa lebih ringan tetapi tubuh berkeringat. Ditambah lagi dengan lokasinya yang pure alami dengan eksotisnya pemandangan alam. Jadi sangat disayangkan jika sumber air panas ini tidak dikelola dengan baik oleh Pemda Aceh Tamiang.
Nah ini dia serunya, karena sumber air panas ini berdekatan dengan sungai Kaloy setelah berendam beberapa menit kami langsung berenang-renang dan jump clift di aliran sungai. Jika musim kemarau, air sungai kaloy ini menjadi lebih bersih dan berwarna kebiru-biruan.

Setiap akhir pekan atau liburan, tempat ini selalu ramai di datangi wisatawan local Walaupun dengan kondisi sumber air panas kaloy yang tidak dikelola seperti itu. Mudah-mudahan Pemda Aceh Tamiang dapat segera mengelola air panas ini karena bukan hanya menambah PAD, tetapi juga masyarakat yang sekitar sangat terbantu dengan banyaknya wisatawan yang datang ke lokasi ini[]

About Me Tamiangtraveller.com
Hi, nama saya Indra Nasution. Saya tinggal di Aceh Tamiang, Indonesia. Saya seorang guru yang senang traveling dan berbagi pengalaman dan skill yang saya punya. saya suka mencari potensi wisata alam dan pergi ke tempat-tempat wisata yang belum pernah dipublikasikan orang sebelumnya karena banyak hal yang tak terduga bisa dinikmati dari perjalanan traveling saya selama ini.