Arsip Tag: Ahmad Ginanjar

Puisi Ahmad Ginanjar

Aku Ingin Menjadi Mereka

Ada gunung es membongkah

Di bungkuk tubuh

Setiap kita bercakap.

 

Ada danau berair hangat

Di pipi rekah mulut madu

Setiap engkau berkata-kata

Dengan mereka.

 

Aku hangat, engkau es

Aku gigil.

Aku beku, engkau panas

Aku gagal.

 

Mengapa bicara denganmu

Demikian sukar?

 

Harus menjadi apa aku denganmu?

Berpura-pura hura padahal haru,

Atau berpura-pura haru agar hura?

 

Atau bila kauminta aku menjadi selain aku,

Tikamlah aku lebih dahulu.

(2016)

 

Akulah Nestapa

Akulah nestapa,

Denganku kau bisa apa?

 

Tiada candle dinner

Di sebuah meja kafe mewah.

 

Tak ada kelopak mawar berpita

Sampai di pintu matamu

Yang rekah-mekarnya sepanjang duabelas keretek.

 

Tak ada tamasya taman, pantai, atau wahana pasar malam.

Sebab akulah goa sunyi yang berteriak lolong malang.

 

Akulah nestapa,

Bertahanmu sebab apa?

 

Sarapanmu kata-kata

Makan siangmu timbel sajak

Makan malammu lagu senyap.

 

Wisata kita tempat paling angker

Yang ditinggalkan manusia biasa.

Tanpa kendaraan,

Tanpa bekal.

 

Kalau aku nestapa,

Engkau masih siapa?

(2016)

 

 

Ahmad Ginanjar, lahir di Cianjur 24 Januari 1993
Guru Bahasa Indonesia SMA Al-Ittihad Cianjur
Penyair. Buku kumpulan puisi pertamanya berjudul “Lantai Dansa” terbit Maret 2014.