Arsip Tag: Alfa Anisa

Puisi Alfa Anisa

Peziarah Waktu

Sepasang ruh malam meniupkan kesunyian

pada rembulan yang bersandar di punggung langit

Mencegat ribuan malaikat yang terjatuh satu persatu

di haribaan dini hari

Hari ini kita akan menjadi peziarah waktu

Memikul hening pada puncak malam

Setelah itu tujuh macam kembang ditaburkan

Tujuh macam doa dirapalkan

Air jampi-jampi dalam kendi dituangkan

Siapa yang didatangi kematian, ketika jarum jam berhenti berputar ?

Sedang masing-masing dari kita masih khusyuk mengabadikan sinar bulan

dalam genggaman tangan

Hangudi, 2015

 

Perempuan Di Sudut Taman Sidoarjo

Di antara daun-daun yang berguguran, angin berembus manja

mengelilingi pohon-pohon tua yang kehabisan ruang

dan orangorang yang sedang khusyuk memelihara tawa

Sepasang burung berkicau mesra,  duduk berdua di ranting kemesraan

Seperti benih-benih cinta tumbuh disengaja

Berkicau dengan sapaan paling bahagia

 

Namun, lihatlah! perempuan berwajah kesedihan sedang duduk terdiam

Menampung tangisan di telapak tangan, kedua bibir tak henti merapal ayat-ayat kesetiaan

Yang terlanjur betah menghuni ruang-ruang di rongga dada

Binar matanya telah kehilangan masa depan, sebab masa lalu kerapkali datang tak diundang

Dan pada langit biru,  gerumbul awan yang hilir mudik

Perempuan itu menitipkan pesan penantian

Bagi sang tuan yang mungkin lupa jalan pulang

Atau sembunyi dari sumpah kesetiaan dan restu Tuhan

Blitar, 2015

 

Waktu Paling Luka

Seringkali aku mencari-cari waktu paling luka

Mengingat suaramu yang datang tiba-tiba

Saat tengah malam, saat orang-orang terbaring dalam buaian

Aku ingin merendam jejak masa lalu dalam kubangan air mata

Lalu menukarnya dengan harapan hari depan

Meski begitu setiap musim berlalu pergi

Rinduku akan habis ditelan rencana yang terkikis

Dan dalam waktu yang paling luka

Aku mengikuti langkah kakimu yang tergesa-gesa

Mencari-cari sebuah kebaikan nasib, atau memilih kenangan tak lagi berkarib

Blitar, Januari 2016    

 

Pawang

menatap birunya langit untuk dikelabui, ketika bumi masih alpa  menerima nyala api.

jari-jemari sucimu menyentuh bumi, mengumpulkan bait-bait mantra dari sekujur tubuh ke ujung kuku

angin pagi itu mengirim kecemasan, mantra-mantra dirapalkan, pelepah tanganmu diacungkan ke langit, menangkap sejumlah udara buruk yang berkelit

sambil mencegat sinar matahari yang jatuh di tanah lapang, membiarkan mendung berayun-ayun manja.

lalu sejumlah embusan angin kembali berontak, mengusir panas yang menyala ke tepian bumi.

dan pada detak jam yang hampir habis, sinar matahari raib dalam komat-kamit. sehari penuh didatangi awan abu-abu, entah datang dari seberang hulu menuju hilir

Blitar, 2016

 

 

_________________________________________________________                   

Biodata:

Alfa Anisa adalah nama pena dari Anisa Alfi Nur Fadilah. Lahir di Blitar, 28 Maret 1995. Mahasiswa program ilmu komunikasi di Universitas Islam Balitar, saat ini aktif bergiat di komunitas sastra Hangudi di Bumi Bung Karno Blitar. Bisa dihubungi di akun facebook Alfa Anisa.