Ruang-Ruang Waktu
Waktu bercerita tentang rentang yang singkat, di ruang itu, kuberbaring tanpa satupun kegelisahan, aku sendiri tak mengerti, ruang-ruang seperti menyodorkan ketentraman, kaca-kaca bergetar, tapi bukan hatiku, dan aku tetap diam menyaksikan apa yang kusebut kesendirian, tanpa apa-apa, tanpa siapa.
Prabumulih, 2017
Malam Liontin
;Sergio
Mengapa selalu kau ceritakan malam keramat yang menentukan, bukankah ada kesenangan yang kau gali setelah gelap: katamu, seperti aku yang kau tarik menjadi setubuhmu ke dalam cerita, bukan?
Malam seperti guratan kata yang terangkai di mulutmu, pada seutas karangan berkilau dan berkaca-kaca dari canda ke canda
Tugu, 2015-2017
di Bawah Alis Mata
di bawah alis mata kurengkuh segala cinta, tanpa pandang bulu-bulunya,
dan semua terkesan lapang, tanpa halang, kulihat begitu saja kau bersentuhan dengan bola mata, mengalirkan tawa, suka dan segenggam bahagia kepada lekukannya, walau kadang tersangkut di air mata, menerawang pandang yang jingga, kepadamu tetap kurebah
Malik Fatih, 2017
Pohon Tua Yang Berdosa
di pohon tua ada burung hantu yang hinggap di dahannya, kulihat ia memain-mainkan ranting dan daun dengan hikayat dosa, sesekali berlaga bak primadona dan melengking dengan suara soprannya, kejadian itu sangat menakutiku
menakuti hatiku
2017
Lady Gajah
seekor gajah menunjukkan kejantanannya dengan menginjak-injak masa lalu, Lady sudah tiada?; katamu, dan gajah kembali ingin tampan, siap sarapan perempuan-perempuan
2017
Kota Yang Berdo(s)a
Setiap hari langit menjerit bersama awan, sebelum datang hujan, mendung yang tak ketahanan, ia menceritakan bahwa manusia telah berdosa tangannya, tapi hujan menghapus cerita dengan seketika, dengan amarah yang tumpah, ruah ke badan kota, kota yang berdosa
2017
Merobek Napas
di dada, hati, jantung dan paru membisu dari kejaran masa lalu, menekan napas haru, dari seonggok sesal terlampau, yang sangat jauh, di ubun deritaku,
kau yang pernah tumbuh, telah tumbang di kalbu, dalam jajaran yang tak lagi utuh, tersingkap dari tabir ke tabir yang biru, melepas luruh, cerita dan napas lampauku, degub-degub rindu
2017
Biodata :
An Najmi. Berdomisili di kota kecil Prabumulih, Sumatera Selatan. Saat ini bergiat sebagai ketua di komunitas puisi COMPETER (Community Pena Terbang) Palembang, Sumatera Selatan. Merupakan cabang COMPETER (Community Pena Terbang) – Pekanbaru. Untuk mengenalnya bisa add FB-nya An Najmi email : star.annajmi@gmail.com atau handphone : 0822 8057 3060