Arsip Tag: Endang Supriadi

Puisi Endang Supriadi

Endang Supriadi, menulis puisi dan cerpen sejak 1983

 

SUDAH KALAH AKU

sudah kalah aku. percuma atap kubangun
pintu kupasang, roda kuputar, payung
kubuka. aku renta, tumbuh langsung tua
dagingmu dagingku beda. aku berdarah
awan, engkau berdarah kawah
benar-benar jauh panggang dari api

sukmaku menggelontor seperti air bah
yang tak berakar, namun justru
mengepung seluruh tempat persembunyianmu
ini aku, cemara yang bergoyang
rantingku tempat senggama burung-burung
langit membungkusnya berabad-abad,
tapi engkau begitu rela membakarnya

sudah kalah aku. percuma kuberi nama manis
pada pisau, kuberi nama salju pada batu
kuberi nama rindu pada badai, kuberi nama
sorga pada kubur. kereta kepedihan ini,
terus melangsir di sendi-sendi pikiranku.

Citayam, Pebruari 2006

 

KEKASIHKU MEMBUNUHKU DARI BELAKANG

kekalahanku membentuk figura yang
terbakar. sudut-sudut menjelma kabut
dan di kepalaku tumbuh mercon, meledak
setiap hari. jiwaku diarak sepanjang rel,
dihujani kritik yang terlontar dari ujung-ujung
jalan.. di setiap orang berlari, ada
darahku yang tumpah. sedang kekasihku
kerap membunuhku dari arah belakang

aku terhuyung dari dinding ke dinding
mengendus bau kematian yang agung
aku tahu kekalahanku ini bukan untuk
yang terakhir, karena pohon mawar yang
kutanam selalu berbunga kecubung. dan
getahnya selalu mengisi gelas kehidupanku
setiap hari. entah pisau manalagi yang akan
menguliti pikiran dan mengukir luka-luka
baru. sebab aku tak bisa lepas dari rantai ini.

Citayam, 2006

(Diambil dari buku kumpulan puisi Endang Supriadi, “Lumpur di Mulutmu” atas seizinnya)

 

 

  Tentang Endang Supriadi

Endang Supriadi lahir di Bogor, 1 Agustus 1960. Menulis puisi dan cerpen sejak 1983. karyanya tersebar di berbagai media cetak dan antologi bersama. Antologi puisinya, Tontonan dalam Jam dan Lumpur dalam Mulutmu (2010). Lima buah cerpennya dijadikan skenario audiovisual untuk sinetron televisi, yaitu: Lelaki itu Bernama Oding, Sosok Bertopeng, Protes, Sumirah, dan Dendam. Alamat surat, Gedung AKA, Jl. Bangka Raya No. 2  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. HP. 08128556494.

 

Catatan tentang “Lumpur di Mulutmu”

Judul : Lumpur di Mulutmu
Penulis : Endang Supriadi
Cetakan : I, 2010
Penerbit : Pustaka Yashiba.
Tebal  : 68 halaman (50 puisi)
ISBN : 978-979-17857-2-0
Desain sampul dan tata letak : Dewi Prenji

Antologi puisi ini menandai 50 tahun sang penyair hidup di dunia. Buku ini juga dipersembahkan untuk cucu pertamanya. Di halaman awal ada tulisan begini: Buku yang amat sederhana ini, terkirim buat Bung Micky Hidayat. Salam kreatif. Endang Supriadi. Tentu ada tanda tangan si penyair dan tanggal: Depok, 16 Juli 2010. Tentang bagaimana buku itu bisa sampai ke rak Hajri, tanya yang bersangkutan saja.