HUJANLAH MEMAHAMI RINDU
Tuhan
Akulah lumpur hitam itu
Meramu hidup dalam laknat menggores waktu
Tamak bertuan musyrik, terjebak hudup yang semu
Inilah jiwa ingkar mendustakan janji peribadatan
Berjalan di atas keakuan keangkuhan
Bintanglah penunjuk jalan keresahan
Pertigaan putaran jam kesah dalam penyesalan
Hujanlah memahami rindu
Menepis bayang pada cahaya tuhanku
Pada-Mu diriku berlabuh
Atas nama hamba di senyapnya subuh
Inilah sukma menjumpa pada Kau Maha
Kawal roh menyulam nur sampai batas usia
Pada sujud memohon ampun
Kelabu luluh dzikir tobat beruntun
Aku bersanding pasrah
Pada-Mu Allah Azzawajallah
Tuntunan langkah mengarah
Takdir mengalun ibah
Pangkep, 12 November 2017
BETAPA KEJINYA DUNIA
Telah aku warisi sanksi Adam
Terjerembap menghumai bumi
Tak mungkin aku lari wahai sang takdir
Bukankah hidup dan mati bahkan kebangkitanku pun di sini?
Namun sungguh
Demi masa melingkupi laju angin
Betapa kejinya dunia
Menjebak jiwa berayun-ayun dalam lembah neraka
O……. kehidupan
Persingkatlah waktu memburu malam
Ketika aku larut dalam janji-janji Tuhan
Biarkan sunyi menapaki roh yang suci
Mengiringi syahadatku menjumpai hakiki
Maros, 05 Desember 2017
DIMANA KAU WAHAI ORANG GILA
Tragis
Hilang mantera suci para nabi berabad –abad adab
Tuhan dijadikan boneka
Disembah di meja judi pangsa kuasa
Tiada lagi jalan pulang
Gelap , sesat tak bertepi
Dunia ini sudah sakit
Dimana kau wahai orang gila ?
Antarkan aku pulang
Tunjukkan rumahku
Menyusu dalam rahim ibuku
Bermain ketuban tanpa polusi duniawi
Pangkep, 2017
KIBLAT PADA SAFIRNYA LANGIT KE EMPAT
Bukan keresahan tapi kesenyapan yang lena
Kerahasiaan tersimpan pada keabadian jiwa-jiwa nabi
Kekosongan difahami arwah tercabuti islam
Telah aku temukan jalan menuju kiblat
Cahaya murni antara ungu dan saga pada safirnya langit ke empat
Membentang di batas-batas subuh menggauli tubuh para sufi
Aku menapakinya dengan langkah-langkah tafakur
Seirama decak tasbih mengukur jejak, jarak arasy dan bumi mati
Makassar, 7 Desember 2017
BIODATA PENULIS
Muhammad Alamsyah. lahir di Maros, 17 September 1985. Nama pena sosial media : Alamsyahdewa alam. Aktif menulis puisi, cerpen dan esai. Aktif dalam berbagai kegiatan seni- budaya. Lelaki yang akrab di sapa Alam, bergabung dalam beberapa komunitas seni sastra maya maupun nyata, dan bebagai komunitas seni rupa di Sulawesi Selatan. Karya sastranya telah banyak terbit di berbagai media cetak dan media online. Kecintaanya terhadap seni sastra tidak membuat bakatnya dalam seni rupa ( lukis) terlupakan. Giat cipta lukisan -lukisan eksperimental yang abstrak natural. WA : 085230739973 / No Rek BCA: 8735001236 atas nama Muhammad Alamsyah. semestaalan@gmail.com