PENJARA RUPIAH
gigih motorku melawan angin gaduh
riuh pohon mengancamku kala itu
ranting-ranting patah tebanting kepusar jalan
juga daun-daun berhamburan serupa debu.
hasrat menampar dengan bengis, mendorongku semakin kencang berlari
mengejar target diantara nyawa-nyawa perantau yang gigih
namun takdir berkata lain kala itu
hujan telah menguyur gesah-gesah tadi
hingga pada akhirnya aku lupa jalan kebenaran
nyaris saja tuhan murka padaku.
MALAM SUNYI
Malam itu rembulan menatapku
sisik-sisik sunyi diam bisu
menjadi penonton wayang
dua pendekar yang sedang jihad
pernak pernik tanpak jauh menatap
namun setianya mampu bertaruh
meski di selimuti dinginnya malam
sehening kalimaya india
bulan, mengapa dirimu senyum menatapku?
melangkah keluar kedalam yang sibuk menukar recehan itu.
TENTANG KITA DI MUSIM SEMI
Sebatang kayu kaki kita
batu bulat dan tali warna biru penimang nya
dan takdir kita adalah benang yang berujung besi malu
tentu kau ingat itu bukan?
biduk karet yang terbakar lunak akibat ter-elus besi-besi panjang memerah di ujungnya
kain membasah kotor berlumut tanah adalah pembentuknya
kita rakit di tengah samudra.
tentu kau ingat itu bukan?
tempat dimana kita hidup
dan tertidur pulas di pangkuannya
sambil memegang benang di tangan sampai di jari kaki
hingga gema suci buyarkan mimpi.
AKU MALU
Aku malu padamu
mengapa kau begitu tampak pendiam
sudah kubilang lepaskan suara hatimu
dan tebaskan egomu
buatlah aku sedikit lumpuh
sekiranya aku tak mampu
lagi mencekam mu
aku malu.
LAGU YANG BISU
Kisah seorang remaja
terkesut sembunyi bisu
kedua tangan menari
menggeluti masalalu
mestinya kau tak ragu
dengan apa yang ku tau
karna kau mampu
dan tak perlu kau menjaminkan perawanmu
jika hanya untuk sekedar penawar malu,
sebab tanpa kau tau
perawanmu telah banyak menghabiskan waktuku.
PUTRI KHAYALAN
Hay Gadis kecil
jangan tampakkan senyummu
jika tak mau beradu
merahnya takkan mampu
melahap yang sudah berdebu
mustahil semuanya akan berlalu
jika senyummu
masih saja mencubit hatiku.
Moh.Romli, lahir di Bicabi Dungkek Sumenep Madura pada Tanggal 12 Januari 1995
Dan bergiat di Sastra Gubuk Reot Dungkek Pesisir Sumenep.
Kumpulan Puisi Terbarunya KISAH SEORANG REMAJA YANG MENCARI TAKDIR NYA (2016)
No. 085232343060
083853208689


Muhammad de Putra. Kelahiran 14 April 2001. Siswa kelas VIII SMPN 6 Siak Hulu, Kampar. Puisi-puisi telah tersebar di pelbagai Media Massa di Indonesia. juara 1 lomba Cipta Puisi di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia, Juara 1 Cipta Puisi di Praktikum Sastra UR tingkat SMP se-Riau, Harapan 2 Lomba Cipta Cerpen di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia & Juara 1 Lomba Cipta Puisi tingkat Nasional seluruhnya Penyair Muda yang ditaja oleh Sabana Pustaka. Bukunya yang telah terbit Kepompong dalam Botol & Timang Gadis Perindu Ayah Penanya Bulan, Sedang meramu buku puisi tunggalnya yang ke-3 Hikayat Anak-anak Pendosa. Puisinya juga termaktub dalam beberapa antologi seperti: Merantau Malam (Sabana Pustaka, 2016), TeraKota (Liliput, 2015), Tunak Community Pena Terbang
