Keratabasa
Agaknya lagamu ini sedikit angkuh
Suruh aku terjatuh
Pakai tongkat sihir
Jabatanmu yang amatir
Kadang ku merebak kaku
Sebab kau injak sepatuku
atau dengan ucapan naas untukku
“ Aku suka padamu “
Tapi aku menjadi pemasang paku
Supaya kau sedikit menjauh dariku
Wakyu itu berbaju merah jambu
Sekarang putih abu
Sial….
Ku semakin terpikat olehmu
Tunanetra
Semesta ini sama
Gelap, Kelam seperti malam
Ku tak tau di mana tinggal
Dan kapan gigiku menanggal
Semuanya sama
Tidak ada hari
Tidak ada hiasan warna – warni
Kecuali Satu
Hanya Satu
Tentang diri dan rasa ini
Diriku melihat tapi merasa
Dirimu melihat tapi tak merasa
Bayang yang Bercermin
Aku tak ingin iri
Pada bayang merekat
Diatas daksa yang terikat
Dawat dawat
Subuh ini aku terbangun
Ada panggup yang meriap
Menuntunku kearah raib
Aku telusuri terus
Hingga ke ujung cungkup
Tapi namaku semakin pupus
Mengeropos di makan rayap
Jadi sehablur tembereng
Yang meneluh
Tapi sore ini
Aku ingin menengokmu
Dengan setumpuk bunga
Juga sejumput
Uraian kata
Dalam cermin
( 2017 )
Siti Nurlaela dari Sukabumi , pelajar di Ponpes Al Ittihad Cianjur , Saat ini tengah belajar menulis bersama anak anak katapuri dan pernah mengikuti organisasi jurnalistik serta OSIS IP4A