Arsip Tag: Yoga Permana Wijaya

Puisi Yoga Permana Wijaya

Bunga Tidur

aku di mimpimu

bermain peran

waktupun perlahan

mengeja dengan bahasa puisi

memantik pelukan

yang menghangatkan

 

dan engkau dimimpiku

sebagai lahan

tempatku berlarian

untuk aku isi

menjadi taman

penuh warna-warni

surgawi

Sukabumi, 22 Juni 2016

 

Yang Merindukan Pelangi

adalah hujan yang merindukan pelangi

di sudut binar netramu

melukis langit lazuardi

melengkungkan waktu yang terus melaju

pada degup jantung yang berhenti tiba-tiba

karena terpesona

 

hujan pun tak pernah berhenti berharap

karena selalu yakin pelangi muncul setelahnya

dan kebahagiaan ada, setelah kesulitan

begitupun aku

padamu sebagai hujan

Sukabumi, 28 Juni 2016

 

Kisah Cemburu

jika setiap lelaki kau akukan

maka aku yang satu kan menjauh

mengkamukan satu wanita lain

yang hanya mengakukan aku

 

karena hatiku yang satu hanya membutuhkan kesetiaan

sebagai kutub utara dan selatan yang selamanya

saling tarik menarik

satu sama lain

Sukabumi, 03 Juli 2016

 

Tentang Sebuah Kenangan

matahari yang tenggelam

purnama yang meredup

tak ada yang abadi

karena esok mentari terbit lagi

dan suatu hari bulan bersinar kembali

tetapi esok bukanlah kemarin

 

-hanya kenangan –

yang membuat esok dan kemarin menjadi sama

mungkin suatu saat kita tak kan lagi bersama

tetapi kenangan denganmu kan jadi yang abadi

yang terbit dan tak kan pernah tenggelam

yang bersinar tanpa pernah meredup

Sukabumi, 05 Agustus 2016

 

Kisah yang Tak Terucap

aku dan kamu

sebuah pintu tak berdaun

dalam remang-remang waktu

bergaun kelambu

 

kita –sebagai dinding beratapkan langit bulan Agustus penuh puisi

mengapit ketiak cakrawala dengan tarian Bima Sakti

 

rasi Angsa, cemerlang Vega, Deneb dan Altair

menggantung di atas kepala tanpa tabir

berdansa dengan manja

menebar romansa pada malam paling purna

menghias kisah kita

sebagai kisah paling angkasa

kisah di mana semburat cahaya

dengan genitnya

mengedipkan kerlip dari jarak berjuta tahun

hanya sekedar menyapa aku yang lamun

lewat layar retina penuh takjub dengan cinta

 

sebagai kisah asmaraterpisah

asmara, terindah…

Sukabumi, 10 Agustus 2016

 

=================================================================

 

Biografi:

Yoga Permana Wijaya, tinggal di Sukabumi. Guru TIK yang sedang melanjutkan S2 bidang sains. Baru saja belajar sastra secara otodidak. Meski baru memulai, puisinya berhasil menjadi finalis dan menjuarai beberapa perlombaan, diantaranya Juara 1 Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Deza Publishing (2016), Juara 1 Lomba Cipta Puisi Tiga Tema Isykarima Media (2016) dll. Puisinya tersebar dalam puluhan antologi bersama diantaranya: Goresan Jiwa (2016); Ketika Senja Mulai Redup (2016); Sajak Kita (2016); Dialog Dini Hari Kala Itu (2016); Kembang Api (2016); Turunnya Nawang Wulan (2016); Senandung Kidung-Kidung Lara (2016); Bahtera Nelayan (2016); Rumah Abadi (2016); Rona di Simpul Bibirmu (2016); Baju Baru Untuk Puisi & Hal-Hal Yang Belum Kita Mengerti (2016) dll.

Biodata Diri:

Nama               : Yoga Permana Wijaya

TTL                 : Cianjur, 31 Maret 1989

Alamat                        : Kp. Babakan RT 016 RW 005, Desa/Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten

Sukabumi, Jawa Barat 43353

No Kontak      : 085759486317

Email               : yogapermanawijaya@gmail.com