
Cerpen: Arianto Adipurwanto
Pagi sekali, Maq Bangkol duduk menjengkeng di depan tungku. Di berugaq, Naq Bangkol duduk, bersandar di salah satu tiang, kedua kakinya diluruskan, salah satu tangannya memegang pisau, dan tangannya yang lain Lanjutkan membaca Maq Bangkol dan Naq Bangkol