Gambar

Sosok Makhluk Halus Tertangkap Kamera di Siang Bolong di Pangandaran

Geger, warga masyarakat di Dusun Bojongjati Rt. 01/RW. 04 Desa Pananjung, Kec./Kab.Pangandaran, Jawa Barat, setelah diketahui seorang warga (tanpa sengaja) berhasil mengabadikan sesosok makhluk berambut panjang terurai dan menutup wajahnya di siang bolong.

Sosok misterius tersebut tertangkap kamera oleh Novita Imut Maharani (10) ketika memotret tantenya, namun hasilnya justru sesosok hantu berdiri persis di depan jendela rumahnya, Kamis, (23/8/2017)/foto bawah.

Novita Imut Maharani menceritakan, pada saat itu dirinya sedang memotret tantenya. Namun begitu dilihat hasilnya justru sesosok mahluk halus berambut panjang dengan kain putih.

“Saya juga kaget begitu hasil foto dilihat yang ada bukan tante, “ungkapnya.

Menurutnya setelah itu badannya terasa merinding dan dingin begitu melihat ada penampakan sosok tersebut, sementara tantenya jadi tidak ada dalam foto.

“Ini asli bukan aplikasi dari perangkat handphone, “tuturnya.

Nurwati (36), tidak tahu kalau dirinya di foto oleh keponakannya. Lebih kaget lagi ketika melihat hape keponakan tiba-tiba ada foto penampakan wanita berbaju putih.

“Saya tadi sedang makan tidak tahu kalau di foto oleh Dede Imut, “katanya.

Sementara pemilik rumah Tukiyah (48) menyampaikan di rumahnya memang ada mahluk halus yang seperti itu. Namun baru kali ini tertangkap kamera.

“Banyak tetangga juga sering melihat penampakan mahluk halus tapi sudah terbiasa, namun baru kali ini terlihat dalam foto”ungkapnya.

Saksi lainnya Jerry mengatakan foto ini asli. Dirinya bahkan memeriksa hp nya dan tidak ditekulanw aplikasi edit foto dan anak yang mengambil gambar belum terlalu mengerti penggunaan hp.

Kalau aplikasi hp mestinya dalam foto mestinya tampak tantenya sebagai objek foto, namun justru sosok lain yang muncul.

Dirinya juga mengaku sebelumnya tidak percaya, namun setelah ke lokasi dan memeriksa hp yang digunakan memotret, barulah dia yakin ini bukan editan.

“Warga juga menyampaikan disekitar lokasi malah kerap terdengar tangisan dan rintihan perempuan,”pungkasnya. (Iwan Mulyadi/Warta Priangan)

Puisi Vito Prasetyo

Mawar Rindu

Setangkup rindu berubah duka
warnanya semakin memudar
nyaris kusam
saat sukma bicara tentang harapan cinta
Mawar hanya bisa mengais rindu
dalam mimpi-mimpi malam
Di luar sana, di batas pelataran malam
gesekan sebuah biola mengalun
sayup-sayup irama itu seakan berlabuh di hatinya
mungkin masih ada yang tersisa dari kerapuhan hatinya
Sejumput angan, ingin rasanya
ia meramu buaian asmara
bergelayut pada setangkai rindu
karena mulai terpaku dalam nalurinya

 

Mawar, hampir tiap malam
engkau merebahkan sudut pandangmu
pada pepohonan di pelataran rumah
tetapi, masih saja pesona dedaunan itu diam membisu
tak mampu mengalirkan senandung rindu
untuk mengusir resah hati
Mungkin getar-getar perasaan itu telah terkoyak
hingga rerimbunan daun semakin menutupi sudut pandang
kala matamu ingin menatap rembulan di rimba langit
yang semestinya selalu tersenyum pada makhluk bumi

 

Dalam kesendirianmu, Mawar
ingin rasanya membunuh penantian rindu
yang senantiasa bergejolak dalam hatimu
Apakah karena makna hidup telah berubah arti
mungkin juga berubah wujud
atau duka-lara itu tersimpan terlalu dalam!?
Dan malam pun terus bergulir
menghembuskan penatnya sang waktu
seperti hari-hari kemarin, yang telah terlewati
hingga aku menulisnya dalam sajak hatimu
(2017)

 

Tentang Hatimu

janganlah engkau bicara dengan kasat matamu
tapi bicaralah dengan kasat jiwamu
karena disitu mengalir kemurnian hati
: dan disitu engkau selalu merindukan Tuhan

Malang – 2017

 

Tentang Jiwamu

Lihatlah jiwamu pada cermin
begitu kusut dan layu
kulit-kulit wajahmu pun tampak gersang
buanglah rasa cintamu itu
– yang melekat begitu dalam
Janganlah engkau menikamnya
ke batas jiwamu
hingga akhirnya engkau terlahir
pada duniamu yang baru

Malang – 2017

 

Tentang Kamu

Ingin aku cerita tentang mimpimu
melukis tentang bayangmu
tetapi mimpimu bisu
dan bayangmu diam
semua dirimu tak tersisa
Apakah makna hidup telah terbelenggu
dan mimpi itu, – dalam hidup dia mati
bayang itu kehilangan sadar
atau haruskah kurenungi sekali lagi
agar penantianku hilang
Saat kupu-kupu terbang melintas
ingin kupinjam sayapnya
untuk meraih kepingan mimpi
kusatukan dalam bejana waktu
agar mimpi dan bayangmu tak merepih duka
Kini, saat kusibak kenangan dalam jiwamu
hidupmu mengalir sejuk
bagai embun menusuk kalbuku
dan disitu senyummu menggetarkan jiwaku
separuh episode waktu telah terbuang
kita kais hidup baru, dalam detak baru
kita satukan semua cerita tentang dirimu
(Malang – 2017)

 

Dibawah Gerimis Rindu

pagi ini begitu berat
malam berlalu dan pergi tanpa menyisakan mimpi
keresahan masih saja melekat di pelupuk mata
langit pun kelabu berselimutkan mendung
getar di hati seakan menyimpan lara
mungkin tangis hujan akan menyiramnya
agar rindu ini tak semakin mengering

gerimis pun mulai berserakan
jatuh ke bumi dari hamparan awan
disitu, butir-butir bayangnya melekat
ingin kucumbu bayang itu
agar temaram rindu tak semakin menggumpal
segala resah pun ikut tercurah
tetapi penantianku bukan untuk seseorang
telah lama kubuang rasa itu

sungguh, aku merindukan gerimis ini
agar bunga-bunga di tamanku kembali bersemi
setelah semusim kulitnya tak berseri
terbakar kemarau dalam penantian panjang
hingga langit begitu letih
seakan ingin direbahkan dirinya bersama gerimis
menyiramkan semua kerinduan ke dalam hatiku
dan dedaunan meniriskan impiannya
ke dalam bejana waktu
sampai tiba waktunya musim berlalu
Malang – 2017

 

Biodata:

VITO PRASETYO, dilahirkan di Makassar(Ujung Pandang), 24 Februari 1964 — Agama: Islam — Bertempat tinggal di Malang – Pernah kuliah di IKIP Makassar

Bergiat di penulisan sastra sejak 1983

Karya-karya Sastra pernah dimuat media cetak lokal dan nasional, antara lain: Harian Republika (Jakarta) – Harian Pikiran Rakyat (Bandung) – Harian Suara Merdeka (Semarang) – Harian Pedoman Rakyat (Makassar) – Harian Suara Karya (Jakarta) – Harian Radar Malang (Malang) – Harian Radar Surabaya (Surabaya) – Harian Solopos (Surakarta) – Harian Sumut Pos (Medan) – Harian Lombok Post (Mataram) – Harian Duta Masyarakat (Surabaya) – Harian Malang Post (Malang) – Harian Digital Nusantaranews.co – Harian Buanakata.Com – Majalah Puisi – Harian Digital LiniKini.Id (Jakarta)

Buku Antologi Puisi “Jejak Kenangan” terbitan Rose Book (2015)),“Tinta Langit” terbitan Rose Book (2015) -“2 September” terbitan Rose Book (2015), Jurnal SM II (2015) diterbitkan Sembilan Mutiara Publishing 2016

Kumpulan Cerpen “Wanita-Wanita, Menuju Ridho Allah” (2014 – 2015)

Buku Antologi Puisi “Biarkanlah Langit Berbicara” (2016 – 2017)

Sedang membuat Buku Antologi Puisi “Sajak Kematian” (2017)

 

E-mail : vitoprasetyo1964@gmail.com   —  HP: 081259075381 —